Kudeta Sudan Berakhir, Hamdok Kembali Jabat Perdana Menteri

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM Pada hari Minggu (21/11), istana kepresidenan di ibukota Sudan, Khartoum, menggelar sebuah upacara penandatanganan perjanjian politik antara Perdana Menteri terguling Abdullah Hamdok dan komandan tentara Abdel Fattah Al-Burhan.

Kedua pihak berjanji untuk bekerja sama menyelesaikan “jalan demokrasi”, dengan dokumen konstitusi sebagai acuan untuk menyelesaikan masa transisi.

BACA JUGA:

Kedua pihak juga menyepakati perlunya amandemen dokumen konstitusi untuk mewujudkan partisipasi politik semua komponen, seperti dilansir Al-Alam.

Des 6, 2021
Hamdok

Perjanjian politik tersebut menetapkan bahwa Dewan Kedaulatan akan mengawasi pelaksanaan tugas-tugas masa transisi tanpa campur tangan dalam pekerjaan eksekutif, serta menegaskan bahwa kemitraan antara sipil dan militer adalah penjamin keamanan Sudan.

Kesepakatan itu juga mencakup penyelidikan atas insiden yang terjadi dalam demonstrasi, termasuk cedera dan kematian, dan membawa para pelaku ke pengadilan.

Setelah menandatangani perjanjian politik, Perdana Menteri Abdullah Hamdok mengatakan: “Saya menandatangani perjanjian politik dan saya tahu betul bahwa jalannya sulit dan penuh dengan bahaya.”

Hamdok menambahkan: “Menandatangani perjanjian politik membuka pintu lebar-lebar untuk mengatasi semua masalah transisi.”

Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Abdel Fattah Al-Burhan mengatakan setelah menandatangani perjanjian, “Kami akan mempertahankan masa transisi dan menyelamatkan darah orang-orang Sudan, dan hari ini kami benar-benar telah menetapkan masa transisi.”

BACA JUGA:

Al-Burhan berterima kasih kepada Perdana Menteri Abdullah Hamdouk atas perannya yang berkelanjutan sebagai mitra yang dapat dipercaya.

Sebelumnya, tentara Sudan mencabut status tahanan rumah Perdana Menteri terguling, Abdullah Hamdok, setelah mencapai kesepakatan untuk kembali ke posisinya selama masa transisi.

Kantor Perdana Menteri Sudan terguling Abdullah Hamdok mengatakan bahwa tentara Sudan mencabut pembatasan pergerakan Hamdok. Mereka juga menarik pasukan keamanan yang ditempatkan di luar rumahnya pada hari Minggu.

Langkah ini diambil setelah militer Sudan gagal mengatasi demo besar-besaran menentang pembubaran pemerintah sipil. Meski telah jatuh puluhan korban, pendemo terus meneriakkan slogan-slogan anti-Burhan dan pro-Hamdok. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: