Diputuskan Bebas, 2 Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Dua tahanan Palestina, yang melakukan aksi mogok makan terbuka untuk memprotes penahanan administratif rezim Israel, telah menangguhkan protes mereka setelah mendapat keputusan bebas dari penjara. Pembebasan itu sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.

Klub Tahanan Palestina, sebuah organisasi Palestina independen non-pemerintah yang mewakili tahanan dan mantan tahanan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kayed Fasfous yang berusia 34 tahun dan Ayyad al-Harimi, 28 tahun, menangguhkan mogok makan selama berbulan-bulan, setelah otoritas Israel setuju untuk membebaskan mereka, seperti dilansir PressTV.

BACA JUGA:

Menurut kelompok itu, Kayed, seorang penduduk kota Dura di selatan Tepi Barat yang diduduki, ayah dari satu orang anak, akan dibebaskan pada 14 Desember, sementara Ayyad akan dibebaskan pada 4 Maret tahun depan.

Keluarga Kayed mengatakan bahwa untuk saat ini, ia masih di rumah sakit. Ia masih ditahan karena kondisi kesehatannya yang memburuk setelah mogok makan yang berkepanjangan.

Pemimpin simbolis dari aksi mogok makan tingkat tinggi saat ini oleh beberapa tahanan, Kayed, telah menolak untuk makan selama 131 hari sebagai protes atas penahanan administratifnya, sebuah kebijakan Israel yang mengizinkan penahanan warga Palestina tanpa batas waktu berdasarkan “informasi rahasia” dan tanpa menekan tuntutan resmi atau mengadili mereka.

Ayyad juga menangguhkan mogok makannya setelah 61 hari. Ia baru saja dipindahkan dari penjara Ramla ke penjara Ofer. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: