KEJI! Janin dalam Kandungan Tak Luput dari Agresi Saudi ke Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Serangan Saudi ke distrik Hays di provinsi Hodeidah telah menewaskan seorang warga sipil dan melukai istrinya yang sedang hamil. Serangan itu memicu si wanita melahirkan dengan janinnya meninggal dunia.

Sumber keamaan menegaskan bahwa jet tempur Saudi menghantam rumah Abdullah Sherian di desa al-Murir di distrik tersebut, menewaskan sang ayah dan melukai sang ibu. Janinnya sendiri dilaporkan meninggal, sedangkan sang ibu dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, seperti dilansir HodHodYemenNews.

BACA JUGA:

Kejahatan ini terjadi dalam konteks eskalasi dan pelanggaran yang dilakukan oleh koalisi dan alat-alatnya terhadap perjanjian gencatan senjata Hodeidah yang disponsori PBB.

Ruang operasi pemantauan pelanggaran Persetujuan Stockholm di provinsi itu mencatat 327 pelanggaran oleh pasukan koalisi. Di antara pelanggaran tersebut adalah upaya oleh pasukan koalisi untuk menguasai distrik Hays. Mereka menembakkan 1.473 roket dan peluru artileri dalam 100 kasus pelanggaran terpisah, dan 158 pelanggaran dengan berbagai tembakan.

Pelanggaran tersebut juga termasuk empat serangan oleh pesawat tempur di Hays, dan tiga serangan oleh pesawat mata-mata di daerah al-Jabaliya, di samping 31 serangan mendadak oleh pesawat tempur dan 33 lainnya oleh pesawat mata-mata di wilayah udara al-Faza, al-Jabaliya, Hays, daerah al-Jah dan al-Tuhita.

Sementara disisi lain, setidaknya tiga warga tewas karena pemboman tentara Saudi di distrik perbatasan Monabbih di provinsi Saada, pada hari Selasa (23/11).

BACA JUGA:

Sumber keamanan menjelaskan bahwa penembakan artileri Saudi di daerah Al-Raqaw di distrik Monabbih, menyebabkan pembunuhan tiga warga.

Pada hari Senin, enam warga sipil, termasuk migran Afrika, terluka ketika agresi yang dipimpin Saudi meluncurkan serangan artileri di daerah yang sama.

Sumber tersebut mengutuk kejahatan brutal yang dilakukan oleh tentara Saudi terhadap warga sipil, dalam pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia dan di tengah keheningan yang memalukan dari PBB dan utusannya untuk Yaman. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: