Taliban Ungkap Agenda Pertemuan Mendatang dengan AS

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Taliban berencana membahas mengenai pengakuan AS atas pemerintah sementaranya dalam pembicaraan mendatang dengan AS di ibukota Qatar, Doha. Kelompok ini menurut pengakuan juru bicaranya, juga akan mengadakan pembicaraan mengenai pencairan aset dan rekonstruksi Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita SputnikNews pada hari Rabu, Suhail Shaheen, juru bicara Taliban, mengatakan bahwa kelompok militan itu terbuka untuk memiliki hubungan positif dengan AS ke depan.

BACA JUGA:

“Washington juga dapat memainkan peran dalam membangun kembali Afghanistan yang dilanda perang serta melakukan investasi langsung di negara itu, ditambah mencairkan cadangan bank sentral dan mengakui pemerintah Taliban,” ujarnya. Shaheen menambahkan bahwa “itu adalah masalah yang akan dibahas” di Doha.

Des 5, 2021
Gerakan Taliban Afghanistan

Sanksi yang dijatuhkan pada Taliban oleh AS dan lainnya hanya memperburuk situasi kemanusiaan “dan memiliki efek negatif pada rakyat,” kata Shaheen, “Kita harus beralih dari berbicara ke langkah-langkah praktis”.

Komentar Shaheen ini menyusul pengumuman pada hari Selasa oleh Washington bahwa Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan, Tom West, akan menuju ke Doha dimana misi Taliban berada, pada minggu depan. Ia akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin kelompok tersebut. Negosiasi di ibukota Qatar diperkirakan akan berlangsung selama dua minggu.

BACA JUGA:

Namun, agenda pertemuan yang ditetapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam banyak hal berbeda dari yang diumumkan oleh juru bicara Taliban.

AS berencana untuk mengatasi “kepentingan nasional vital kami ketika datang ke Afghanistan,” termasuk melawan terorisme, perjalanan yang aman bagi warga AS, bantuan kemanusiaan dan situasi ekonomi di negara itu, kata Price.

West adalah bagian dari delegasi AS dalam pertemuan dengan pejabat Taliban di Doha pada bulan Oktober yang merupakan negosiasi pertama antara Washington dan kelompok radikal itu sejak penarikan kacau AS dan sekutunya pada akhir Agustus. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: