Kontroversial! Jenderal UEA Tertuduh Penyiksaan jadi Presiden Baru Interpol

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang Jenderal Emirat yang dituduh melakukan penyiksaan pada hari Kamis (25/11) telah terpilih sebagai presiden Interpol, terlepas dari keprihatinan organisasi hak asasi manusia dan anggota Parlemen Eropa.

“Ahmed Nasser Al-Raisi dari Uni Emirat Arab telah terpilih sebagai presiden,” demikian Interpol mengumumkan kepemilihannya di Twitter.

BACA JUGA:

Al Raisi, kepala pasukan keamanan UEA, akan mengambil peran sebagai pemimpin badan kepolisian Global itu, menggantikan Sekretaris Jenderal Juergen Stock.

Des 6, 2021
Ahmed Nasser Al-Raisi

Pengaduan penyiksaan telah diajukan terhadap Jenderal Emirat tersebut dalam beberapa bulan terakhir di Prancis dan Turki, yang menjadi tuan rumah Majelis Umum Interpol di Istanbul minggu ini.

Penunjukan itu menyusul pendanaan besar-besaran oleh UEA untuk Interpol, dan muncul di tengah tuduhan bahwa negara Teluk itu telah menyalahgunakan sistem badan kepolisian global yang disebut “red notice” untuk mengejar dan menghabisi oposisi politiknya.

UEA menyumbangkan 54 juta dolar (48 juta euro) kepada Interpol pada tahun 2017, jumlah yang hampir setara dengan kontribusi yang diperlukan dari 195 negara anggota organisasi tersebut. Sumbangan UEA berjumlah 68 juta dolar (60 juta euro) pada tahun 2020.

UEA juga memberi Interpol sekitar 10 juta euro pada 2019, sekitar 7% dari total anggaran tahunannya. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: