Lawan Putusan Inggris, Hamas Serukan Mobilisasi Maksimum

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang penasihat media Ismail Haniyeh mengatakan bahwa kepala biro politik gerakan perlawanan Hamas itu telah meminta negara-negara dunia, terutama negara-negara Arab, untuk memobilisasi posisi pro-Palestina mereka di tengah upaya untuk melikuidasi perjuangan bangsa itu melawan pendudukan Israel selama beberapa dekade.

Taher al-Nunu membuat pernyataan ini pada hari Sabtu (27/11), satu hari setelah parlemen Inggris menyetujui keputusan pemerintah untuk menunjuk Hamas sebagai “organisasi teroris”, seperti dilansir PressTV.

BACA JUGA:

Larangan kontroversial itu berarti bahwa anggota Hamas atau mereka yang menyerukan dukungan untuk kelompok perlawanan tersebut, dapat terancam hukuman penjara hingga 14 tahun.

Jan 25, 2022
Pejuang Hamas Palestina

Nunu mengatakan penunjukan itu sejalan dengan tekanan Inggris pada Hamas dan upaya untuk memerasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan Inggris diambil di bawah tekanan dari lobi Israel, dengan London memperbarui sikap anti-Hamas serta dukungan untuk rezim Zionis pendudukan.

“Haniyeh telah memberikan instruksi untuk posisi mobilisasi maksimum dalam dukungan untuk masalah Palestina, terutama di level negara-negara Arab,” kata Nunu.

“Hamas tidak akan mengubah posisinya dan akan mengabaikan keputusan Inggris.”

Ia juga menekankan bahwa Inggris seharusnya menghukum rezim Tel Aviv karena melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina.

BACA JUGA:

“Perlawanan Palestina, yang dipimpin oleh Hamas, telah membuat kemajuan dalam mendapatkan dukungan internasional. Namun, rezim Zionis telah tertinggal dalam hal ini. Israel tidak bisa mendapatkan legitimasi dengan tindakannya baru-baru ini karena bertentangan dengan hukum internasional dan hak asasi manusia,” kata ajudan itu.

“Rakyat Palestina bertekad untuk mendapatkan semua hak yang telah diambil rezim Zionis dari mereka,” tambahnya. (ARN)

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: