Partai Politik Irak Serukan Pengusiran Pasukan Amerika

Baghdad, ARRAHMAHNEWS.COM Koalisi partai politik Irak menyerukan pembentukan aliansi untuk mengusir pasukan Amerika ketika mandat mereka berakhir pada akhir tahun ini, dan menyatakan bahwa upaya Washington untuk memperpanjang kehadiran pasukan pendudukannya tidak boleh dipertimbangkan.

Fadel Jaber, anggota koalisi Sadeqoun di parlemen Irak, mengatakan kepada kantor berita Al-Maalomah bahwa kehadiran pasukan Amerika yang berkepanjangan di Irak akan menciptakan perpecahan dalam masyarakat.

BACA JUGA:

Dia memperingatkan bahwa Amerika akan mencoba untuk memikat orang-orang biasa agar menyetujui kehadiran mereka yang diperpanjang di tanah Irak.

Jan 20, 2022
Pasukan Penjajah AS di Irak

Menurut analis politik Mohammad Karim al-Saedi, keputusan militer AS untuk memasang sistem pertahanan udara C-RAM di pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika jelas menunjukkan niat Washington yang tidak akan meninggalkan Irak.

“Kita mungkin akan menyaksikan eskalasi ketegangan yang tajam dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari upaya untuk mengusir pasukan AS,” katanya.

Selain itu, Saad al-Saadi, anggota biro politik kelompok anti-teror Asa’ib Ahl al-Haq, menyatakan bahwa faksi-faksi perlawanan Irak akan terlibat dalam perang terbuka melawan pasukan AS jika yang terakhir terus hadir di Irak melampaui batas waktu.

“Perdana menteri [Mustafa Al-Kadhimi] telah setuju dengan pihak AS di Washington bahwa pasukan AS akan meninggalkan Irak pada akhir tahun ini,” katanya.

Pada tanggal 15 November, sekretaris jenderal kelompok perlawanan Harakat Hizbullah al-Nujaba menganggap pasukan pendudukan AS bertanggung jawab atas meningkatnya serangan teroris oleh teroris Takfiri Daesh di seluruh negeri, dan mengatakan situasi saat ini membuktikan bahwa pakaian teror adalah semua alat di tangan kekuatan hegemonik.

“Meningkatnya kegiatan kriminal sel-sel tidur Daesh, di mana penjajah berdiri, adalah bukti lain bahwa organisasi teroris ini hanyalah alat yang menyedihkan di tangan arogansi global.

Kami menyerukan kepada saudara-saudara kami yang pemberani yang bertugas di jajaran pasukan keamanan dan Unit Mobilisasi Populer (PMU) untuk tidak bersikap lunak dan melakukan serangan pendahuluan [melawan Daesh],” tulis Akram al-Kaabi dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter-nya. (ARN)

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: