Racuni Pembicaraan Wina, Iran: Israel Sebar Kebohongan

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa rezim Zionis Israel sedang mencoba untuk menghalangi potensi kemajuan pembicaraan Wina dengan kembali melontarkan kebohongan.

“Rezim Israel yang keberadaannya bergantung pada ketegangan, kembali meneriakkan kebohongan untuk meracuni pembicaraan Wina”, cuit Twitter Saeed Khatibzadeh pada Rabu (01/12).

BACA JUGA:

Putaran ketujuh pembicaraan ini dimulai di ibu kota Austria pada Senin.

Tolak Tuduhan Saudi, Iran: Tak Ada Pangkalan IRGC di Yaman
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh

Tepat pada malam negosiasi, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengeluarkan pernyataan bahwa rezimnya “sangat khawatir tentang kesiapan untuk menghapus sanksi.”

Ia mengklaim bahwa potensi penghapusan sanksi akan memungkinkan “aliran miliaran (dolar) ke Iran.”

AS mengembalikan sanksi pada 2018 setelah secara ilegal dan sepihak meninggalkan perjanjian nuklir bersejarah antara Iran dan kekuatan dunia. Saat itu, rezim Israel memainkan peran penting dalam mendorong Washington untuk membatalkan kesepakatan.

Negera pendudukan, sementara itu, juga menabuh genderang perang dengan Iran dengan mengecilkan negosiasi dan mengoceh tentang jalan lain ke “opsi militer.”

Untuk menyabotase program energi nuklir damai Iran, Tel Aviv telah membunuh sebanyak tujuh ilmuwan nuklir Iran, termasuk Dr. Mohsen Fakhrizadeh, yang menjadi sasaran pembunuhan pada tahun 2020. Tel Aviv juga telah menargetkan instalasi nuklir Iran dengan kejahatan teroris di beberapa kesempatan.

Pada hari Selasa, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya oleh Channel 12, mengatakan bahwa “pembunuhan Fakhrizadeh setahun yang lalu tidak menghambat kemajuan Iran seperti yang diharapkan.” (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: