Afghanistan

Temui Delegasi AS, Taliban Tuntut Pencairan Aset-aset Afghanistan

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Perwakilan dari pemerintah sementara Taliban dan Amerika Serikat telah menyelesaikan putaran kedua pembicaraan di ibukota Qatar, Doha.

Dialog dua hari, yang berlangsung di tengah meningkatnya seruan untuk darurat bantuan asing ke Afghanistan itu berakhir pada hari Selasa, dengan Taliban mendesak pejabat AS untuk mencairkan asset-aset negara Afghanistan dan menghapus sanksi. Washington juga berjanji untuk terus mendukung upaya PBB mengatasi situasi.

BACA JUGA:

Perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, Thomas West, dan penjabat Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi memimpin delegasi masing-masing pada pembicaraan tersebut.

Sesi pertama antara kedua belah pihak telah diadakan di Doha pada bulan Oktober lalu.

Temui Delegasi AS, Taliban Tuntut Pencairan Aset-aset Afghanistan

Delegasi Taliban

Dalam sebuah postingan di Twitter, juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban Abdul Qahar Balkhi menggambarkan diskusi ini sebagai “positif”.

Ia mengatakan kedua belah pihak bertukar pandangan tentang masalah politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, keamanan dan kemanusiaan, seperti dilansir Al-AhedNews.

“Pihak Afghanistan meyakinkan mereka tentang keamanan, mendesak pencairan segera tanpa syarat aset Afghanistan, mengakhiri sanksi dan daftar hitam, dan memisahkan masalah kemanusiaan dari urusan politik,” kata Balkhi. “Secara keseluruhan sesi itu positif dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pertemuan seperti itu ke depan.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwaWashington “tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa sanksi AS tidak membatasi kemampuan warga sipil Afghanistan untuk menerima dukungan kemanusiaan dari pemerintah AS dan komunitas internasional, namun menolak pencairan aset-aset untuk entitas dan individu yang terkena sanksi.”

Ia mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS “telah mengeluarkan izin umum untuk mendukung aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan kepada rakyat Afghanistan dan kegiatan lain yang mendukung kebutuhan dasar kemanusiaan.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: