Arab Saudi

Amnesty: Kunjungan Macron ke Saudi untuk Pulihkan Citra MbS

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Sekretaris Jenderal Amnesty International menggambarkan kunjungan presiden Prancis ke Arab Saudi sebagai bagian dari kebijakan pemulihan citra putra mahkota Saudi Mohammed Bin Salman, setelah ia menjadi “paria” internasional karena mensponsori pembunuhan Jamal Khashoggi.

Agnes Callamard mengecam rencana pertemuan Macron dengan MbS yang dijadwalkan pada Hari ini, Sabtu (04/12), dengan menyebutnya merusak upaya penuntutan keadilan atas pembunuhan yang terjadi pada tahun 2018 itu.

BACA JUGA:

Dalam kapasitasnya sebagai pelapor Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk pembunuhan di luar proses hukum, Agnes Callamard dari Prancis, yang sekarang adalah Sekretaris Jenderal Amnesty International, menyelidiki pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 lalu, dan laporannya menyerukan sanksi terhadap putra mahkota Saudi. CIA menyebut MbS sebagai sponsor pembunuhan itu.

Okt 7, 2022

MbS dan Macron

Surat kabar Prancis “Le Monde” mengutip Callamard yang mengatakan bahwa “langkah ini, baik itu objektif atau tidak, adalah bagian dari kebijakan untuk memulihkan (citra) putra mahkota Saudi.”

“Sangat menyedihkan bagi saya, bahwa Emmanuel Macron meminjamkan auranya sebagai kepala negara untuk janji semacam itu. Saya sedih bahwa Prancis, negara hak asasi manusia, digunakan sebagai instrumen kebijakan ini,” tambahnya, seperti dilansirAl-Mayadeen.

Callamard juga menyoroti bahwa “putra mahkota Saudi telah berusaha dalam beberapa bulan terakhir untuk memulihkan citranya dengan sejumlah inisiatif, seperti membeli tim sepak bola Inggris Newcastle. Tetapi ini adalah pertama kalinya negara besar berpartisipasi dengan cara langsung ini, dalam (upaya) pemulihannya,” katanya.

Callamard melanjutkan: “Putra mahkota tidak diadili dalam kasus Khashoggi. Pengadilan Saudi menghukum para algojo dengan 20 tahun penjara dan membebaskan Mohammed bin Salman dari semua tanggung jawab. Tetapi di arena Barat, dia paria. Ini adalah hasil dari kerja masyarakat sipil dan pembela hak asasi manusia, yang percaya bahwa harus ada harga yang harus dibayar untuk perbuatan semacam itu. Sayangnya, kunjungan Macron merusak upaya itu.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: