Berita Jatim

Begini Penampakan Lumajang Pasca Erupsi Semeru: VIDEO

Lumajang, ARRAHMAHNEWS.COM Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, erupsi. Gunung api itu mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar. Akibat aktivitasnya itu, masyarakat dan penggali pasir di aliran Sungai Leprak berlarian menjauh.

Gemuruh keras disertai gumpalan hitam membumbung tinggi ke udara tejadi di puncak Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (04/12/2022) siang.

BACA JUGA:

Kejadian itu berlangsung cepat, sehingga warga berusaha menyelamatkan diri sambil berteriak membaca takbir.

Begini Penampakan Lumajang Pasca Erupsi Semeru: VIDEO

Gunung Semeru Erupsi

“Ya ALLAH, Allahu Akbar, Allahu Akbar, tolong, tolong,” jerit ibu rumah tangga dengan nada histeris.

Anggota Polsek Candipuro yang sedang berjaga di sana bergegas meminta warga dan sopir-sopir truk pengangkut pasir segera menyingkir. Sebelumnya masyarakat berkumpul untuk melihat banjir lahar dingin yang menerjang kawasan itu.

“Ayo Pak, menyingkir, Pak,” kata Ismail, salah satu petugas Polsek Candipuro.

Dari data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 1 Desember 2021 pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Semeru mengalami letusan 61 kali, guguran 4 kali, embusan 27 kali dan awan panas guguran 1 kali.

“Berdasarkan data yang kami monitoring setiap hari, jadi awan panas guguran bisa sewaktu waktu terjadi sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini Gunung Semeru masih waspada level II,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Liswanto kepada detikcom saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas radius 1 KM dan wilayah sejauh 5 KM di sektor lereng selatan- tenggara kawah aktif yang merupakan kawah aktif Semeru sebagai jalur luncuran awan panas.

Selain itu masyarakat diminta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.

“Petugas mengimbau kepada masyarakat di sekitar Semeru tetep tenang dan menjaga kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas sejauh 5 KM di sektor lereng selatan- tenggara,” pungkasnya. (ARN)

Sumber: Twitter

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: