Afrika

Al-Burhan Pastikan Militer Sudan Tak Ikut Serta di Pemilu 2023

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM Kepala Junta Militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan, membantah bahwa anggota militer dari pemerintahan transisi dapat mencalonkan diri untuk pemilihan Juli 2023 di negara itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, kantor al-Burhan menawarkan jaminan bahwa komponen militer dan anggota paramiliter tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan mendatang.

BACA JUGA:

“Presiden Dewan Berdaulat membantah apa yang dilaporkan Agence France-Presse tentang partisipasi militer dalam pemilihan mendatang,” bunyi pernyataan itu, seperti dilansir PressTV.

Al-Burhan Pastikan Militer Sudan Tak Ikut Serta di Pemilu 2023

Al-Burhan

Pada hari Sabtu, Burhan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan AFP bahwa kesepakatan perdamaian penting tahun 2020 dengan kelompok pemberontak “memberikan hak kepada beberapa partisipan masa transisi untuk menjadi bagian dari pemerintah” setelah transisi.

Pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu mengatakan Burhan berarti bahwa hanya mantan kelompok pemberontak yang menandatangani kesepakatan damai pada tahun 2020 yang dapat menjadi kandidat dalam pemilihan yang direncanakan.

Jenderal tertinggi itu telah memimpin pengambilalihan militer pada akhir Oktober, merusak kemitraan dengan partai-partai politik sipil. Al-Burhan membubarkan pemerintahan transisi negara itu pada 25 Oktober. Ia menangkap para pemimpin sipil.

Ia kemudian mengembalikan Abdalla Hamdok sebagai perdana menteri menyusul kecaman internasional dan protes massa.

Kudeta itu juga menuai kecaman internasional setelah penahanan puluhan pejabat penting dan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa. Setidaknya 44 orang tewas selama demonstrasi, kebanyakan akibat luka tembak dari pasukan keamanan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: