Diancam Biden saat Panggilan Video, Ini Jawaban Tegas Putin

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Rusia Vladimir Putin menentang ancaman Joe Biden yang disampaikan saat panggilan video baru-baru ini, mengatakan bahwa NATO-lah yang melakukan upaya berbahaya dan mengancam Rusia.

Sebelumnya pada hari itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Biden mengancam akan menanggapi dengan “langkah-langkah ekonomi yang kuat” jika Rusia meningkatkan aksi militer terhadap Ukraina, menegaskan kembali dukungannya untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, menyerukan de-eskalasi dan kembali ke diplomasi.

BACA JUGA:

Menurut Anadolu, Putin menjawab ancaman itu dengan menekankan tanggung jawab “tidak boleh dialihkan ke pundak Rusia” dan bahwa NATO-lah yang “melakukan upaya berbahaya untuk menaklukkan wilayah Ukraina dan membangun potensi militernya” di perbatasan Rusia.

Diancam Biden saat Panggilan Video, Ini Jawaban Tegas Putin
Biden dan Putin

Putin juga meminta jaminan kepada rekannya dari AS, Joe Biden, bahwa NATO tidak akan melakukan ekspansi ke timur. Kremlin mengumumkan permintaan jaminan ini setelah panggilan video dua jam di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina dengan dikerahkannya pasukan Rusia di sepanjang perbatasan.

“Rusia sangat tertarik untuk mendapatkan jaminan yang andal dan tetap secara hukum, tidak terkecuali dengan perluasan NATO ke arah timur dan penyebaran sistem senjata serang ofensif di negara-negara yang berdekatan dengan Rusia,” kata pernyataan Kremlin.

Dalam pertemuan virtual itu Putin dan Biden berbicara tentang implementasi hasil KTT kepresidenan AS-Rusia yang diadakan di Jenewa pada bulan Juni tahun ini, pertemuan puncak bersejarah di mana kedua pemimpin bertemu untuk pertemuan pertama mereka.

“Pentingnya implementasi yang konsisten dari kesepakatan yang dicapai pada tingkat tertinggi dan pelestarian ‘semangat Jenewa’ ketika mempertimbangkan masalah hubungan bilateral dan masalah lain yang timbul antara Rusia dan AS telah dibicarakan,” bunyi pernyataan itu.

BACA JUGA:

“Porsi utama dalam pembicaraan diisi oleh masalah yang berkaitan dengan krisis internal Ukraina dan kurangnya kemajuan dalam implementasi Perjanjian Minsk 2015, yang merupakan dasar tak terbantahkan untuk penyelesaian damai,” tambah Kremlin.

Berbicara tentang keamanan informasi, kedua belah pihak menekankan pentingnya dialog yang berkelanjutan secara aktif mengenai masalah ini dan menyatakan kesiapan mereka untuk melanjutkan kerja sama praktis di bidang prosedural dan operasional-teknis kriminal dalam memerangi kejahatan dunia maya, tambah pernyataan Kremlin. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: