Amerika

Gantz Tiba di Washington saat Dimulainya Pembicaraan Wina

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Bertepatan dengan dimulainya babak baru pembicaraan nuklir di Wina pada hari Kamis (09/12), Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Kepala Mossad melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk membahas file nuklir Iran.

Jerusalem Post menyebut bahwa Kepala Mossad David Barnea dan Menteri Pertahanan Benny Gantz berada di Washington untuk mencoba mengubah pendekatan Barat untuk negosiasi dengan Iran, yang akan berlanjut di Wina pada hari Kamis.

“Keduanya berbicara dengan satu pesan, sama seperti perdana menteri dan menteri luar negeri, bahwa Iran rentan terhadap tekanan; jangan mencabut sanksi dan jangan melakukan kesepakatan yang buruk,” kata seorang sumber diplomatik senior Israel sebagaimana dikutip JP.

Sementara itu, laporan Al-Alam menyebut bahwa kunjungan Gantz ke Washington yang bertepatan dengan dimulainya langkah baru putaran pembicaraan nuklir, menunjukkan meningkatnya kepekaan kaum Zionis terhadap pertemuan-pertemuan baru di Wina. Entitas pendudukan menjadi sangat takut akan penerimaan Amerika terhadap proposal baru yang diajukan Iran.

BACA JUGA:

Pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, penyerangan fasilitas nuklir, dan akhirnya pencurian dokumen, semua ini adalah termasuk dalam kerangka rencana penarikan Trump dari perjanjian nuklir, secara langsung atau tidak langsung. Dan dengan demikian, skema Zionis ini menciptakan titik harapan bagi mereka untuk mengulangi sabotase mereka terhadap proses negosiasi nuklir, dan untuk ini mereka mencoba melakukan yang terbaik untuk menggandakan sabotase mereka.

Jul 7, 2022

Selama bertahun-tahun Zionis telah melancarkan tuduhan palsu bahwa Iran memiliki bom nuklir, dan dalam klaim mereka, Iran akan segera memiliki senjata nuklir. Namun, pernyataan Direktur CIA William Burns beberapa hari lalu, bahwa tidak ada indikasi Iran bermaksud untuk memperoleh bom nuklir atau bahwa Iran bahkan akan memiliki bom nuklir, adalah sangat signifikan. Ini menimbulkan ketakutan Benny Gantz, yang segera pergi ke Amerika untuk bertemu rekan Amerika-nya Lloyd Austin.

Meskipun pemerintah Israel yang baru berusaha melakukan upaya terakhirnya agar tidak tercapai kesepakatan antara pihak-pihak yang bertikai dalam pembicaraan Wina, pemerintah Israel sendiri pada saat yang sama berusaha untuk tidak mengulangi pengalaman Netanyahu dalam menjauhkan diri dari Amerika Serikat. Karena mereka sadar bahwa nyawa “Israel” di kawasan bergantung pada Amerika.

Sanksi baru terhadap Iran yang ditetapkan dua hari lalu, dan serangan Israel di pelabuhan Latakia di Suriah tiga hari lalu, dengan dalih kehadiran kapal Iran di pelabuhan, dan pengumuman yang terlambat tentang penyitaan beberapa kapal pengiriman Iran dalam dua tahun terakhir, dan akhirnya kunjungan Gantz ke Amerika Serikat hari Kamis, semuanya adalah bagian dari dimensi Perang psikologis yang dikenakan pada Iran untuk mempengaruhi hasil pembicaraan Wina. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: