Hot News

Hamas Kecam Kebohongan Media soal Ledakan Gudang Senjata

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COMย Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, membantah isu yang diedarkan media Israel dan aliansinya, terkait ledakan gudang senjata di kamp Palestina di Lebanon.

Gerakan perlawanan Palestina itu menekankan bahwa tragedi menyakitkan yang mengguncang kamp pengungsi Burj Shemali di Lebanon Selatan adalah akibat dari hubungan pendek arus listrik (korsleting) di sebuah gudang yang menyimpan tabung oksigen dan gas untuk pasien Covid-19.

BACA JUGA:

Ledakan yang terjadi pada Jumat malam itu menyebabkan beberapa orang terluka dan menimbulkan kerugian material.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Hamas mengatakan: โ€œSetelah menyelidiki kecelakaan, dan mendengar dari saksi mata, kami mengetahui bahwa insiden itu disebabkan oleh hubungan pendek di gudang tabung oksigen dan gas untuk pasien Coronavirus, yang juga berisi sejumlah deterjen pembersih dan sterilisasi, serta beberapa alat pertolongan pertama untuk memerangi virus corona, yang akan didistribusikan sebagai bagian dari upaya bantuan.โ€

Jul 5, 2022

Logo Hamas Palestina

Hamas menambahkan bahwa kebakaran itu menyebabkan beberapa kerusakan material terbatas.

Pernyataan itu lebih lanjut menyesali insiden itu dan memuji persatuan dan solidaritas yang telah ditunjukkan oleh komunitas Palestina di Lebanon setelah ledakan, seperti dkutip dari Twitter.

BACA JUGA:

“Hamas memuji ketabahan dan keberanian orang-orang kami di kamp Burj Shomali yang menentang pendudukan ‘Israel’ dan berpegang teguh pada hak untuk kembali ke Palestina, dan memuji cara mereka menangani situasi ini,” bunyi pernyataan itu.

Gerakan perlawanan, bagaimanapun, membantah kampanye media yang menyesatkan dan menyebarkan berita palsu tentang kecelakaan, menekankan bahwa berita yang beredar tentang penyebab ledakan, dan kematian puluhan orang hanyalah berita palsu.

Dalam konteks yang sama, Hamas berterima kasih kepada semua tim medis dan pertahanan sipil, serta sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh komunitas negara tetangganya, Lebanon, serta fasilitas yang mereka tawarkan untuk menangani situasi tersebut. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: