Eropa

Survey: Terbelit Skandal, Dukungan Untuk PM Inggris Anjlok

Inggris, ARRAHMAHNEWS.COM Dukungan untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Partai Konservatif yang berkuasa telah merosot menyusul serangkaian skandal. Menurut sebuah jajak pendapat baru, Mayoritas pemilih mengatakan ia sekarang harus mengundurkan diri.

Dalam beberapa pekan terakhir, Johnson mendapat kecaman terkait sejumlah skandal. Diantara yang paling heboh adalah mengenai laporan diadakannya sebuah di Downing Street saat lockdown pada Natal 2020 dimana perayaan semacam itu dilarang, seperti dilansir PressTV.

BACA JUGA:

Minggu ini sebuah video yang beredar menunjukkan para staf tertawa dan bercanda tentang hal itu. Rekaman itu memicu kemarahan dari anggota parlemen, bos NHS dan mereka yang kehilangan orang yang dicintai selama pandemi.

Jul 5, 2022

Boris Johnson

Perdana menteri dan para staf telah berulang kali membantah bahwa telah diadakan pesta semacam itu. Johnson juga diserang atas pendanaan perbaikan flat Downing Street miliknya.

Jajak pendapat baru menunjukkan dukungan untuk Konservatif, yang telah memimpin kuat dalam survei sejak menang telak dalam pemilihan 2019, telah turun empat poin menjadi 32%.

Sementara itu,menurut jajak pendapat Opinium untuk surat kabar Observer yang diterbitkan pada hari Sabtu, dukungan untuk oposisi Partai Buruh meningkat menjadi 41%, keunggulan terbesar sejak 2014.

Peringkat pribadi Johnson anjlok ke titik terendah sepanjang masa, dengan peringkat persetujuannya di -35%, turun 14 poin dari dua minggu lalu.

Jajak pendapat terbaru juga menunjukkan bahwa 57% pemilih percaya perdana menteri harus mengundurkan diri, naik dari 48% dua minggu lalu.

BACA JUGA:

“Temuan jajak pendapat terbaru kami tentu saja dramatis, dengan kejatuhan yang menghancurkan dalam dukungan untuk Konservatif dan persetujuan untuk perdana menteri,” kata Adam Drummond, Kepala Polling Politik di Opinium.

Ia juga mengatakan bahwa Johnson adalah “raja comebacks” yang telah pulih dari situasi pemungutan suara yang sulit sebelumnya.

Menurut komentator politik, kepemimpinan Johnson juga dikritik oleh beberapa anggota parlemen Konservatif. Diperkirakan minggu depan puluhan anggota akan memberikan suara menentang rencananya untuk langkah-langkah baru dalam memerangi penyebaran varian Omicron dari virus corona. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: