Eropa

Pendiri WikiLeaks “Assange” Alami Stroke Ringan di Penjara Inggris

Inggris, ARRAHMAHNEWS.COM Pendiri dan penerbit WikiLeaks Julian Assange mengalami stroke ringan dalam proses persidangan untuk menghindari ekstradisi dari Inggris ke Amerika Serikat. Tunangannya Stella Moris mengatakan hal ini beberapa saat pasca putusan pengadilan Inggris yang mengabulkan banding Washington untuk mengektradisinya ke Amerika Serikat.

Pada hari Jumat, pemerintah AS memenangkan banding di Pengadilan Tinggi Inggris atas ekstradisi Assange, yang menghadapi tuduhan mata-mata atas publikasi dokumen militer rahasia WikiLeaks satu dekade lalu.

BACA JUGA:

Moris mengatakan serangan strokenya terjadi pada akhir Oktober, pada hari pertama banding pemerintah AS terhadap keputusan yang menghalangi ekstradisinya.

Jul 4, 2022

Pendiri WikiLeaks

“Julian Assange menderita stroke pada hari pertama sidang banding Pengadilan Tinggi pada 27 Oktober,” cuitnya.

“Dia harus dibebaskan. Sekarang juga”.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris pada hari Minggu, ia mengatakan penerbit WikiLeaks itu sedang berjuang, dan ia takut stroke ringannya “bisa menjadi awal dari serangan yang lebih besar.”

“Ini menambah ketakutan kami tentang kemampuannya untuk bertahan hidup, semakin lama pertempuran hukum panjang ini berlangsung,” tambahnya sebagaimana dikutip Al-AhedNews.

“Ini harus segera diselesaikan. Lihatlah hewan-hewan yang terperangkap dalam sangkar di kebun binatang. Ini mempersingkat hidup mereka. Itulah yang terjadi pada Julian. Kasus-kasus pengadilan yang tidak pernah berakhir sangat menegangkan secara mental.”

Amerika Serikat ingin mengadili Assange karena publikasi WikiLeaks 2010 dari ribuan dokumen militer rahasia tentang perang AS di Afghanistan dan Irak.

Jaksa AS telah mendakwa Assange atas 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer.

BACA JUGA:

Tuduhan tersebut membawa hukuman maksimal 175 tahun penjara.

Pada bulan Januari seorang hakim distrik di London memblokir ekstradisi Assange dengan alasan bahwa dia berisiko bunuh diri jika dipindahkan ke tahanan AS, yang dipandang sebagai kemenangan oleh banyak pendukungnya.

Namun, pada hari Jumat lalu, pemerintah AS memenangkan banding, yang berarti Assange sekarang mungkin lebih dekat untuk dikirim dari penjara Belmarsh dengan keamanan tinggi di London ke AS.

Pengacara Assange mengatakan mereka akan membawa kasus ini ke Mahkamah Agung.

Pengacara mereka sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang efek penahanannya yang lama terhadap kesehatan fisik dan mentalnya dalam upaya untuk menghentikan ekstradisi. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: