Headline News

Hamas Mampu Serang Seluruh Wilayah Pendudukan

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Salah satu pendiri gerakan perlawanan Palestina Hamas mengatakan bahwa semua wilayah yang diduduki Israel dapat dihantam oleh serangan Hamas. Ia menegaskan kelompok perlawanan telah menjadi jauh lebih kuat sejak dibentuk pada tahun 1987.

“Hamas mulai dari awal dan menghadapi musuh dengan batu, dan hari ini, memiliki kemampuan yang mengancam semua wilayah pendudukan,” ujar Mahmoud al-Zahar kepada jaringan televisi Yaman Al-Masirah pada hari Rabu (15/12).

BACA JUGA:

Al-Zahar menggambarkan perang yang sedang berlangsung dengan rezim Israel sebagai perang terbuka. Ia mengatakan bahwa latihan militer terbaru oleh sayap bersenjata Hamas menegaskan kesiapan gerakan perlawanan untuk menghadapi entitas Zionis dan membuktikan keteguhannya dalam membela al-Quds dan Masjid al-Aqsa yang diduduki.

Hamas Mampu Serang Seluruh Wilayah Pendudukan

Mahmoud al-Zahar

Menandai ulang tahun ke-34 Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan, meluncurkan latihan militer di Jalur Gaza yang dikepung Israel pada hari Rabu.

Latihan itu, menurut Hamas, dimaksudkan untuk mengirim pesan ke Israel bahwa perlawanan sepenuhnya siap “jika mereka berpikir untuk melakukan sesuatu yang bodoh” di jalur Gaza.

Di tempat lain dalam sambutannya, al-Zahar mengatakan bahwa kabinet baru Israel ingin menyampaikan kesan bahwa mereka lebih keras pada Palestina hanya agar mendapatkan dukungan dari pemukim Israel.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Arab yang berdiri bersama Palestina telah sama-sama dirugikan oleh rezim Israel, sementara beberapa negara Arab lainnya telah sepenuhnya tenggelam ke dalam proyek normalisasi.

Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi yang ditengahi AS dengan Israel dalam sebuah acara di Washington pada September 2020. Sudan dan Maroko mengikutinya akhir tahun itu.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertemu dengan penguasa de facto UEA di Abu Dhabi, menjadi pemimpin pertama rezim Israel yang mengunjungi negara Teluk Persia. Upaya normalisasi ini telah dikecam keras oleh Palestina sebagai pengkhianatan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: