Arab Saudi

Abdulmalik Houthi: Kami Terima Perdamaian jika Syaratnya Terpenuhi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin Revolusi Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi menegaskan bahwa bangsa Yaman akan terus melawan koalisi agresi Saudi terhadap Yaman. Ia menekankan bahwa bangsanya bisa menerima perdamaian tetapi hanya jika syarat-syarat untuk itu dipenuhi.

“Kami menerima perdamaian, bukan menyerah. Syarat kami untuk menerima (perdmaian) ini adalah penghentian agresi koalisi Saudi, pencabutan blokade dan diakhirinya perang di Yaman,” kata Sayyid Abdul-Malik al-Houthi dalam pidatonya pada Sabtu malam (18/12).

Dalam pidatonya, al-Houthi menegaskan bahwa “Yaman memiliki hak yang sah untuk membela diri dan melawan koalisi Saudi, misilnya dan pengepungannya, yang telah berlangsung selama hampir tujuh tahun.”

BACA JUGA:

Mengenai pembantaian koalisi, ia lebih lanjut menekankan bahwa pasukan agresi yang dipimpin Saudi telah gagal mencapai target dalam perang mereka di Yaman. Menambahkan bahwa “pencapaian mereka hanyalah melakukan pembantaian terhadap warga sipil.”

Abdulmalik Houthi menggambarkan kejahatan koalisi sebagai “sebuah stigma di mata semua masyarakat manusia,”

“Semua orang mengatakan bahwa agresi terhadap Yaman adalah perang bencana dan tragis yang bahkan tidak memenuhi standar terendah kemanusiaan, nilai, dan moralitas manapun,” katanya sebagaimana dikutip Hodhodnews.

BACA JUGA:

Di sisi lain, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menyerukan untuk mengurus keluarga para syuhada di tingkat rakyat dan pemerintah.

“Apa yang ditawarkan kepada keluarga para syuhada, dari pemerintah maupun masyarakat, bukanlah hadiah atas pengorbanan mereka, karena satu-satunya hadiah untuk ini adalah keridhaan Allah dan jalan mereka ke surga,” katanya.

Pemimpin Revolusi itu menambahkan: “Generasi baru kita saat ini adalah generasi yang mencintai kesyahidan. Dan oleh karena itu merupakan generasi merdeka yang teguh melawan perbudakan dan teguh melawan penghinaan dan penyerahan diri.”

Ia menjelaskan bahwa “nilai kesyahidan terletak pada kenyataan bahwa hal itu meningkatkan kesabaran dan keteguhan, apapun tantangannya.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: