Arab Saudi

Berkat Kehebatan Intelijen Sana’a, 53 Komandan Milisi Saudi Tewas di Ma’rib

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Front Marib mewakili lubang hitam di mana para pemimpin dari milisi dukungan Saudi di Yaman tewas satu demi satu. meninggalkan banyak pertanyaan, ketakutan dan kecemasan, dan juga banyak kebingungan di antara tentara mereka.

Situs berita Al-Khabar al-Yaman, mengutip sumber-sumber informasi yang tidak mau disebutkan namanya, melaporkan bahwa lebih dari 50 komandan berpangkat tinggi milisi dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dilaporkan telah tewas saat memerangi pasukan tentara Yaman dan sekutu mereka dalam memperebutkan kendali provinsi penghasil minyak strategis, Ma’rib.

Dalam beberapa bulan terakhir, Sana’a mampu membidik semua tokoh-tokoh koalisi dan aktor di lapangan, dan pasukan dukungan Saudi di medan perang tidak lebih dari sejumlah tentara yang terserak dan kelelahan.

Laporan itu menambahkan bahwa pasukan Yaman dan sekutu mereka meski perlahan tapi pasti meraih kemenangan. Ini dikarenakan fitur geografis wilayah tersebut dan pengerahan pasukan dan peralatan militer secara besar-besaran oleh koalisi pimpinan Saudi.

BACA JUGA:

Sumber tersebut menyoroti bahwa distrik al-Thaqba dan al-Aswadah di Ma’rib, sekarang menjadi tempat para komandan pro-Hadi terbunuh satu demi satu, dan sekarang ketakutan dan kecemasan telah meningkat di antara tentara bayaran Saudi karena angkatan bersenjata Yaman telah meluncurkan pertempuran sengit melawan mereka.

Jul 5, 2022

Al-Khabar al-Yaman melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasukan intelijen pemerintah Sana’a telah berhasil menyusup ke dalam lingkaran militer dan keamanan loyalis Hadi dukungan Saudi, memantau semua pergerakan para komandan dan memperoleh informasi sensitif dari pertemuan mereka.

Menurut sumber yang berafiliasi dengan koalisi pimpinan Saudi, setidaknya 53 komandan pro-Hadi telah tewas di provinsi Ma’rib dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:

Pada 13 Desember, Mayor Jenderal Nasser al-Zubiani, yang memimpin operasi militer untuk pasukan pro-Hadi, tewas saat memimpin pertempuran melawan tentara Yaman dan pejuang dari Komite Populer di pegunungan Balaq, selatan kota Ma’rib.

Arab Saudi, yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutu regional, melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan perlawanan Ansarullah.

Perang telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan jutaan lainnya mengungsi. Perang juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan serta penyakit menular di sana.

Meskipun Arab Saudi terus-menerus membombardir negara miskin dengan persenjataan lengkap, kekuatan angkatan bersenjata Yaman dan Komite Populer justru berkembang pesat dalam melawan penjajah Saudi dan membuat Riyadh dan sekutunya terjebak dalam perangnya di negara itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: