Erdogan Klaim Inflasi Tak Hancurkan Daya Beli Rakyat Turki

Turki, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk mengurangi suku bunga tinggi dan inflasi, meyakinkan bahwa daya beli warga  tidak akan rusak karenanya.

Dalam pertemuan dengan pemuda Afrika di Istanbul, Erdogan yang menuai banyak kecaman dan protes atas inflasi, mengatakan bahwa kebijakan yang telah membuat lira negara itu jatuh, adalah bagian dari “perang kemerdekaan ekonomi” yang sukses.

Menurut Reuters, ia mengatakan itu akan meningkatkan ekspor, lapangan kerja, investasi dan pertumbuhan. Tetapi sebagian besar ekonom menyebutnya sembrono dan memprediksi inflasi akan melonjak melampaui 30% tahun depan.

Erdogan dalam rekaman video yang diterbitkan pada hari Minggu itu mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan rakyat Turki dihancurkan oleh suku bunga, memastikan bahwa inflasi akan turun secepat mungkin.

BACA JUGA:

“Cepat atau lambat, seperti kita menurunkan inflasi menjadi empat persen ketika saya menjabat, kita akan menurunkannya lagi,” tambahnya.

Patut dicatat bahwa lira Turki jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah, melebihi 15 lira terhadap dolar , pada hari Kamis kemarin. Ini dikarenakan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral, yang konsisten dengan program ekonomi baru berisiko yang dikejar oleh Erdogan.

Nilai lira turun sekitar 2,9% menjadi 15,4 terhadap dolar, setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 100 poin, dan harga dolar AS naik menjadi lebih dari dua kali lipat nilainya terhadap lira tahun ini. Inflasi sangat mengguncang pasar Turki yang sedang berkembang.

Inflasi terbesar di Turki ini mendorong partai-partai oposisi mendesak pemilihan umum dipercepat. Terjadi unjuk rasa yang meluas dengan puluhan warga ditangkap.

BACA JUGA:

Ungkapan kemarahan dari kalangan generasi muda Turki banyak disampaikan lewat Twitter, streaming langsung di Twitch, video TikTok dan YouTube.

“Saya tidak senang dengan pemerintah sama sekali. Saya tidak bisa membayangkan masa depan bagi saya sendiri di negara ini,” kata seorang pemuda kepada wartawan di salah satu saluran YouTube.

Satu dari lima warga muda di Turki menganggur; bahkan jumlah perempuan yang menganggur lebih besar lagi.

Menurut OECD, Turki tercatat sebagai negara tertinggi keempat di dunia dari segi jumlah penduduk muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah atau mendapat pelatihan.

Kelompok penduduk muda ini membandingkan taraf hidup mereka dengan taraf hidup di negara-negara lain.

“Bagi warga muda di Amerika Serikat atau Eropa, mereka bisa dengan mudah membeli ponsel iPhone dengan gaji mereka, kata seorang pemuda berusia 18 tahun. “Kalau pun saya bekerja sampai berbulan-bulan, saya tak mampu membelinya. Itu tak pantas terjadi pada saya.”

Generasi muda siap memainkan peran penting di dunia politik Turki yang telah diperintah oleh partai pimpinan Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sejak 2002.

Hampir sembilan juta warga Turki yang dilahirkan sesudah akhir 1990-an akan mempunyai hak memilih dalam pemlu tahun 2023 dan fakta itu bisa menimbulkan masalah bagi AKP. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: