Headline News

Dipulangkan karena Covid, Duta Besar Iran untuk Yaman Meninggal Dunia

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengumumkan bahwa duta besar Iran untuk Yaman, Hassan Irloo, meninggal dunia pada Selasa pagi setelah tertular COVID-19.

“Irloo, seorang veteran perang kimia, tertular COVID-19 di lokasi misinya di Yaman,” kata Khatibzadeh menjelaskan utusan itu meninggal karena komplikasi terkait virus corona.

“Karena kerja sama yang tertunda dari beberapa negara, sayangnya, dia kembali ke negara ini dalam kondisi yang tidak baik,” juru bicara itu menambahkan, merujuk pada Arab Saudi.

Meskipun semua tindakan perawatan telah dilakukan untuk menolong kondisinya, ia meninggal pada Selasa pagi.”

BACA JUGA:

Seorang veteran perang, Irloo menderita luka-luka akibat serangan perang kimia di Iran selama perang yang dipaksakan tahun 1980-1988 di Irak, yang didukung oleh Barat.

Irloo secara resmi memulai misi diplomatiknya ke Yaman pada November 2020, memicu kemarahan Amerika Serikat yang menentang hubungan kedua negara yang berkembang. Amerika Serikat memasukkan Irlo ke daftar sanksi sebulan kemudian.

Irlo diterbangkan dari Sana’a ke Iran pada Sabtu malam. Pemulangannya dilaporkan tertunda akibat blokade otoritas Saudi. Setelah beberapa upaya, ia akhirnya  meninggalkan Sana’a dengan pesawat Irak

Sebelumnya media Barat menghembuskan propaganda atas kepulangan Irlo. The Wall Street Journal mengklaim pada hari Jumat bahwa utusan itu tidak menunjukkan tanda-tanda COVID-19, dan mengutip pejabat anonim dari pejabat Timur Tengah dan Barat yang mengatakan bahwa duta besar dipanggil kembali ke Teheran karena “ketegangan dengan gerakan Ansarullah.”

BACA JUGA:

Teheran menolak keras klaim tersebut, menekankan bahwa hubungan Teheran-Sana’a lebih kuat dari sebelumnya.

Ibrahim al-Dailami, duta besar Yaman untuk Teheran, juga menolak laporan itu dalam sebuah wawancara dengan IRNA yang diterbitkan pada hari Minggu.

“Kita seharusnya tidak menanggapi omong kosong seperti itu, yang diterbitkan oleh media Amerika dari waktu ke waktu untuk mengambil keuntungan dari [situasi yang mengerikan] dan meracuni atmosfer,” kata Dailami, menambahkan bahwa hubungan antara Teheran dan Sana’a berkembang pesat. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: