Arab Saudi

Organisasi HAM Desak PBB Minta Pertanggujawaban Saudi

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah organisasi hak asasi manusia independen yang berbasis di Swiss menyuarakan keprihatinan serius tentang pelanggaran berat HAM di Arab Saudi. Mereka menyerukan PBB untuk meminta pertanggungjawaban otoritas Saudi atas berbagai bentuk penyiksaan yang dilakukan di kerajaan tersebut.

Alkarama, dalam petisi yang diajukan ke Komite PBB Anti Penyiksaan (UN Committee Against Torture[CAT]), menyatakan bahwa pelanggaran HAM berat telah dilakukan di Arab Saudi sejak 2016.

Disebutkan bahwa badan ahli independen yang memantau pelaksanaan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat lainnya oleh Negara-negara Pihak itu, harus menyelidiki pelanggaran HAM di kerajaan tersebut.

Mereka juga meminta CAT untuk menjelaskan nasib pembela hak asasi manusia terkemuka seperti Saud Mukhtar al-Hashimi, Mohammed Abdullah al-Otaibi, Mohammed Mana Ahmad al-Qahtani dan Waleed Sami Abulkhairm, yang ditahan di balik jeruji meskipun menuai kritik internasional.

Jul 5, 2022

Karama juga meminta komite PBB untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Saudi atas penderitaan para juru kampanye pro-demokrasi yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

BACA JUGA:

Petisi tersebut dibuat setelah CAT menyusun daftar masalah yang harus dipertanggungjawabkan oleh rezim Riyadh sebagai bagian dari Konvensi PBB Menentang Penyiksaan selama peninjauan ketiga.

Daftar tersebut dilaporkan akan memastikan dialog konstruktif dengan pejabat Saudi ketika komite melakukan tinjauan berikutnya, dan mengundang pihak berwenang untuk memberikan penjelasan untuk hal-hal spesifik.

Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi pemimpin de facto Arab Saudi pada tahun 2017, kerajaan telah meningkatkan penangkapan terhadap para aktivis, blogger, intelektual, dan lainnya yang dianggap sebagai lawan politik. Hampir tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat bahkan setelah kerajaan menghadapi kecaman internasional atas tindakan penumpasan tersebut. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: