Afrika

PM Sudan “Hamdok” Segera Ajukan Pengunduran diri

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM – Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok mengatakan kepada sekelompok tokoh politik dan intelektual nasional bahwa ia bermaksud untuk mengundurkan diri dalam beberapa jam mendatang. Reuters melaporkan hal ini dengan mengutip dua sumber yang dekat dengan Hamdok, pada Hari Selasa (21/12).

Kedua sumber itu menambahkan kepada Reuters bahwa “Kelompok itu meminta Hamdok untuk membatalkan keputusannya, tetapi ia menegaskan desakannya untuk mengambil langkah ini dalam beberapa jam mendatang.”

Kemarin, Agence France-Presse melaporkan bahwa polisi Sudan menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di dekat Istana Republik. Dan pasukan keamanan mengumumkan penutupan sebagian besar jembatan di Khartoum pada tengah malam Sabtu lalu.

BACA JUGA:

Insiden ini didahului oleh pernyataan Perdana Menteri Sudan, Abdullah Hamdok, di mana ia mengatakan bahwa “stabilitas dan persatuan negaranya dalam bahaya,” menyerukan “persetujuan tentang piagam politik untuk melindungi masa depan Sudan.”

Sekitar sebulan yang lalu negara itu telah mencapai sebuah kesepakatan antara militer. Ini diwakili oleh Dewan Kedaulatan di satu sisi, dan politisi yang diwakili oleh Perdana Menteri Abdullah Hamdok di sisi lain. Abdullah Hamdok disepakati untuk kembali ke posisi Perdana Menteri. Pada saat itu, dikatakan bahwa Hamdok “akan membentuk pemerintahan yang kompeten dan semua tahanan politik akan dibebaskan.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: