Eropa

Resmi Cerai, Penguasa Dubai Harus Bayar Tunjangan Fantastis

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum telah diperintahkan untuk membayar tunjangan kepada mantan istrinya, Putri Haya binti al-Hussein, lebih dari 728 juta dolar. Ini adalah salah satu keputusan perceraian terbesar yang pernah dijatuhkan oleh pengadilan Inggris.

Jumlah tersebut akan digunakan untuk memenuhi biaya keamanan Putri Haya selama sisa hidupnya, serta biaya berkelanjutan untuk dua anak pasangan itu; al-Jalila Bint Mohammed Bin Rashid Al Maktoum dan Sheikh Zayed Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, dengan pembayaran di muka sebesar 333 juta dolar, yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan ke depan.

Tidak ada jumlah tetap pada total keputusan, karena pengadilan memutuskan bahwa Sheikh Mohammed harus membayar biaya keamanan tahunan untuk kedua anaknya, yang berusia sembilan dan 14 tahun, selama sisa hidup mereka atau sampai perintah pengadilan lebih lanjut dikeluarkan.

Dalam penilaian tertulisnya yang diterbitkan Hari Selasa, Hakim Moor menetapkan bahwa ancaman terbesar yang dihadapi Putri Haya dan anak-anaknya Jalila dan Zayed, adalah dari “[Sheikh Mohammed] sendiri, bukan dari sumber luar.”

BACA JUGA:

Keputusan itu dibuat dengan mengacu pada “kampanye” intimidasi Syekh yang ditimpakan pada Putri Haya, termasuk “kemampuannya untuk menggunakan perangkat lunak Pegasus, yang hanya tersedia untuk pemerintah,” untuk memata-matai Putri dan stafnya.

Rincian lain tentang kehidupan pernikahan Sheikh Mohammed dan Putri Haya diungkapkan dalam penilaian tertulis.

Menyusul putusan itu, juru bicara Sheikh Mohammed mengatakan bahwa ia selalu memastikan kebutuhan anak-anaknya tercukupi.

“Pengadilan sekarang telah membuat keputusan tentang keuangan dan ia tidak berniat berkomentar lebih jauh,” kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:

“Ia meminta media menghormati privasi anak-anaknya dan tidak mengganggu kehidupan mereka di Inggris.”

Keputusan penyelesaian perceraian ini menandai tahap akhir dalam pertempuran selama bertahun-tahun antara pasangan yang sudah berpisah ini. Pengadilan tinggi Inggris memutuskan bahwa Sheikh Mohammed telah menggunakan “kekayaan, kekuatan politik dan pengaruh internasional yang besar ” dalam upaya untuk menggertak dan membungkam putri berusia 47 tahun itu.

Putusan terpisah yang disampaikan pada Maret 2020 menyimpulkan bahwa Sheikh Mohammed sebelumnya telah mengatur penculikan dua putrinya dan secara paksa mengembalikan mereka ke Dubai, di mana ia menahan mereka di luar kehendak mereka. Syekh telah berulang kali membantah semua klaim yang diajukan dalam kasus ini. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: