Arab Saudi

Dibantu China, Arab Saudi Produksi Rudal Balistik di Riyadh

Riyadh, ARRAHMAHNEWS.COM Badan intelijen AS dalam penilaian baru-baru ini, melaporkan bahwa Arab Saudi aktif membangun rudal balistik dengan bantuan China, CNN melaporkan.

CNN dalam laporannya yang dikutip oleh WatanSerb, mengatakan bahwa perkembangan ini dapat memiliki efek riak yang signifikan di seluruh Timur Tengah. Ini memperumit upaya pemerintahan Biden untuk mengendalikan ambisi nuklir Iran, musuh regional terbesar Saudi.

BACA JUGA:

Menurut laporan itu, diketahui bahwa Arab Saudi telah membeli rudal balistik dari China sebelumnya. Tetapi belum mampu membangun misilnya sendiri. Menurut tiga sumber yang akrab dengan intelijen.

Dibantu China, Arab Saudi Produksi Rudal Balistik di Riyadh

Saudi Produksi Rudal

Citra satelit yang diperoleh CNN juga menunjukkan bahwa Arab Saudi membuat rudal balistik setidaknya di satu lokasi.

Arab Saudi memproduksi rudal balistik

Citra satelit yang diperoleh CNN menunjukkan bahwa Arab Saudi sudah membuat rudal balistik di situs yang sebelumnya didirikan dengan bantuan China. Menurut para ahli yang menganalisis foto-foto dan sumber-sumber, menegaskan bahwa situs itu mencerminkan perkembangan yang konsisten dengan penilaian terbaru intelijen AS.

 

Gambar satelit yang diambil oleh perusahaan pencitraan komersial, antara 26 Oktober dan 9 November, menunjukkan proses pembakaran di fasilitas dekat Dawadmi, sebelah barat Riyadh. Menurut para peneliti di Institut Studi Internasional Middlebury, yang mengatakan kepada CNN bahwa foto-foto ini adalah “bukti tegas bahwa fasilitas tersebut bekerja untuk memproduksi rudal.”

Pejabat AS di beberapa lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, telah diberi pengarahan dalam beberapa bulan terakhir tentang intelijen rahasia. Ini mengungkapkan beberapa transfer skala besar teknologi rudal balistik sensitif antara China dan Arab Saudi, menurut dua sumber yang mengetahui berita terbaru.

Pemerintahan Biden sekarang menghadapi pertanyaan yang semakin mendesak tentang apakah kemajuan Saudi dalam rudal balistik dapat secara signifikan mengubah dinamika kekuatan regional. Ini memperumit upaya untuk memperluas ketentuan kesepakatan nuklir dengan Iran, untuk membatasi teknologi misilnya, tujuan yang dimiliki bersama oleh Amerika Serikat, Eropa, Israel dan negara-negara Teluk. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: