Headline News

125 Negara Dukung PBB Lanjutkan Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM 125 dari 193 negara di Majelis Umum PBB mendukung dilanjutkannya penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan Israel oleh Dewan HAM PBB (UNHCR).

Penyelidikan ini akan meliputi kejahatan Israel dalam agresi mematikan 11 hari di Jalur Gaza yang terkepung awal tahun ini, seperti dilansir TasnimNews.

BACA JUGA:

Pada bulan Mei, militer rezim Israel membombardir Jalur Gaza yang terkepung selama 11 hari berturut-turut, menewaskan sedikitnya 260 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak.

125 Negara Dukung PBB Lanjutkan Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Potret Miris Anak Palestina

Setelah perang brutal, UNHRC yang beranggotakan 47 negara pada awalnya menyetujui penyelidikan atas kejahatan yang dilakukan oleh entitas pendudukan terhadap penduduk daerah kantong yang miskin itu.

Mandatnya yang luas memungkinkan penyelidikan menyeluruh terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh militer Israel di kedua sisi Jalur Hijau, yang meliputi Israel, Tepi Barat yang diduduki, dan Jalur Gaza yang diblokade.

Kemudian, Israel meminta untuk pendanaan penyelidikan dihentikan dengan mengeluarkan dana untuk penyelidikan dari anggaran UNHRC secara keseluruhan.

Masalah itu kemudia diajukan dalam pemungutan suara di hadapan 193 anggota Majelis Umum PBB pada Kamis malam, dan amandemen yang diusulkan Israel ditolak secara besar-besaran dengan 125:8, dengan 34 abstain.

BACA JUGA:

Israel sendiri dan Amerika Serikat termasuk di antara sedikit yang memberikan suara menentang persetujuan anggaran untuk penyelidikan itu.

Setelah pemungutan suara, Duta Besar Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour memuji pemungutan suara tersebut dan semua negara anggota PBB yang menolak proposal Israel.

Ia juga berterima kasih kepada UNGA karena menyetujui semua anggaran program yang berkaitan dengan perjuangan Palestina, termasuk permintaannya untuk meningkatkan dana ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: