Fokus

Jenderal Iran: Nyawa Presiden AS Tidak Cukup Membalas Kemartiran Soleimani

Tehran, ARRAHMAHNEWS.COM Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Ali Fadavi, menegaskan bahwa Garda Revolusi mengejar pembalasan keras atas pembunuhan mayor jenderal Qassem Soleimani.

Fadavi dalam sebuha pernyataan, mengatakan “Jika kita membunuh presiden Amerika, apakah itu akan dianggap sebagai pembalasan atas martir Qassem Soleimani?” Lebih lanjut ia mengatakan, “Nyawa seribu presiden Amerika tidak akan tidak akan sebanding dengan komandan pasukan al-Quds.”

BACA JUGA:

Sebelumnya, Yahoo News menerbitkan sebuah lapora pada bulan Mei, menjelaskan bahwa Israel membantu Amerika Serikat dalam pembunuhan Qassem Soleimani, dengan membagikan 3 nomor ponsel, yang ia gunakan dalam komunikasinya.

Jul 7, 2022

Syahid Soleimani

Laporan itu mengungkapkan bahwa pejabat komunikasi Komando Operasi Khusus AS bekerja dengan rekan-rekan Israel untuk membantu melacak pola ponsel Soleimani. Orang Israel, yang memiliki akses ke nomor Soleimani meneruskannya ke Amerika.

Laporan tersebut juga menjelaskan 3 tim penembak jitu dari pasukan “Delta” Amerika memantau pergerakan Soleimani di darat, 3 pesawat tak berawak Amerika memantaunya dari udara, dan menambahkan bahwa Israel bertukar informasi intelijen dengan militer AS pada saat itu.

Pada 3 Januari 2020, dua rudal Hellfire menargetkan Soleimani bersama Abu Mahdi Al-Muhandis, tak lama setelah mereka meninggalkan bandara internasional Baghdad.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada dini hari tanggal 3 Januari 2020, mengumumkan pelaksanaan serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad, yang mengakibatkan terbunuhnya komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani, dan Abu Mahdi Al-Muhandis, wakil kepala Otoritas Mobilisasi Populer Irak. (ARN)

Sumber: Raialyoum

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: