Arab Saudi

Tegas! Yaman Surati DK PBB Tuntut Saudi Cs

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Luar Negeri Yaman, Hisham Sharaf, meminta Dewan Keamanan PBB untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Saudi dan pemasok senjatanya sesuai dengan hukum internasional.

Hal tersebut tertuang dalam surat yang dikirimkan oleh Menlu Yaman kepada Presiden Dewan Keamanan bulan Desember 2021, Duta Besar Abdo Abadi, dan para anggota Dewan termasuk lima anggota tetapnya, untuk mengklarifikasi dan mengungkap ketidakbenaran tuduhan yang dimuat dalam surat Saudi kepada Dewan pada 28 Desember.

BACA JUGA:

Menteri Yaman dalam suratnya mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawabnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, termasuk Semenanjung Arab dan kawasan Teluk, seperti dilansir HodHodYemenNews.

Jul 4, 2022

Menteri Luar Negeri Yaman, Hisham Sharaf

Ia juga menuntut DK PBB mengambil sejumlah langkah dasar yang akan membuka jalan bagi perdamaian, dimana terutamanya adalah menghentikan berlanjutnya konflik serta ancaman pemboman tanpa pandang bulu Saudi dan sekutunya terhadap objek sipil di Yaman dengan tuduhan palsu bahwa mereka adalah target militer yang sah.

Sharaf menjelaskan bahwa “Riyadh berusaha tampil di hadapan dunia sebagai korban, untuk mendapatkan simpati masyarakat internasional dan meratapi pelanggaran hukum internasional. Seolah-olah komunitas internasional, semua media internasional dan organisasi internasional tidak tahu atau mengetahui bahwa Riyadh memimpin koalisi militer yang mencakup lebih dari 17 negara, dan telah mengobarkan perang yang tidak masuk akal dan memberlakukan pengepungan menyeluruh terhadap Republik Yaman sejak 26 Maret 2015, yang menyebabkan bencana kemanusiaan terparah di zaman modern ini.”

Sharaf menegaskan bahwa “ada fakta jelas dan terkenal tentang perang di Yaman yang tidak dapat disembunyikan.”

Surat itu menekankan “semua orang menyadari bahwa alasan kerjasama internasional dan berpihak pada negara-negara agresi adalah kepentingan yang dimiliki banyak negara di dunia dengan Riyadh.”

BACA JUGA:

Hisham Sharaf menyatakan bahwa “semua kekuatan politik Yaman hampir mencapai pemahaman politik di antara mereka, sebelum 26 Maret 2015, tetapi kepemimpinan Saudi, dengan intervensi militernya, menggagalkan semua upaya itu.”

Surat itu menunjukkan bahwa “Riyadh bekerja secara langsung, melalui milisi dan kelompok bersenjata terlarang, yang mereka biayai dan pasok dengan senjata dan peralatan, untuk menghalangi segala upaya membawa perdamaian ke Yaman.”

Dalam suratnya, Menteri Luar Negeri Yaman meminta Dewan Keamanan untuk “mengadopsi sikap yang jelas terhadap perdamaian, dengan mengeluarkan resolusi baru yang mengikat semua pihak, menyerukan diakhirinya perang dan pencabutan pengepungan menyeluruh.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: