Hot News

Israel Tak Mampu Cegah Kehadiran Iran di Suriah

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COM Perkiraan Israel terbaru menunjukkan ‘kegagalan besar Zionis’ dalam mencegah kehadiran Iran di Suriah selama tahun 2021, serta kemampuan yang berkembang dari Perlawanan Palestina dan Lebanon.

Menurut laporan dari Al-Manar Editor of Hebrew Affairs, Hasan Hijazi, media Israel mengutip beberapa penilaian yang melaporkan kegagalan entitas Zionis dalam menghadapi ‘ancaman’ Iran, terutama mengenai kehadirannya di Suriah, serta Perlawanan Lebanon dan Palestina.

BACA JUGA:

“Tantangan yang dihadapi Israel mengenai kehadiran Iran di Suriah meningkat dari tahun ke tahun. Kemampuan untuk bergerak bebas di langit Lebanon (untuk mengambil foto dan mengumpulkan data tentang Suriah) juga terpengaruh,” kata Roy Sharon, koresponden militer untuk Israel Kann News, seperti dikutip laporan Al-Manar, pada hari Rabu.

Israel Tak Mampu Cegah Kehadiran Iran di Suriah

Pasukan Israel

“Menurut perkiraan oleh militer Israel, 70% dari transfer senjata dari Suriah ke Hizbullah sedang dicegah. Persentase ini tentu tidak akurat, dan pertanyaannya di sini: Bagaimana dengan 30% sisanya? Apakah itu termasuk senjata pengubah permainan? Masalah ini menjadi sumber keprihatinan menurut Israel,” tambah Sharon, seperti dikutip editor kami.

Sementara itu, komentator Israel untuk urusan Arab Zvi Yehezkeli mengatakan bahwa meskipun 1600 serangan Israel di Suriah, Iran masih ada di sana, menegaskan bahwa ini “menunjukkan motivasi besar” yang dimiliki Republik Islam di Suriah.

“Membiarkan Iran keluar dari Suriah bukanlah masalah sederhana. Iran baru saja menyelesaikan latihan di mana mereka mengancam akan menyerang situs nuklir Dimona. Mereka akan melanjutkan proyeknya di Suriah,” tambah Yehezkeli.

Penilaian Israel juga menangani ‘ancaman’ oleh Perlawanan Palestina, dengan Itay Blumental, koresponden militer untuk Saluran 11 Israel, melaporkan peningkatan operasi melawan pendudukan Israel di Tepi Barat.

“Kami menyaksikan 61 serangan penembakan pada tahun 2021. Jumlah serangan tersebut mencapai 31 selama tahun lalu,” kata Blumental. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: