Hot News

Israel Kandangkan Armada Helikopter Pasca Kecelakaan Mematikan

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Armada helikopter AS565 Panther dikandangkan (grounded) oleh Kepala Angkatan Udara entitas Zionis, Amikam Norkin, setelah salah satunya jatuh ke Laut Mediterania pada Senin malam. 2 orang kru tewas sedang satu lainnya mengalami luka-luka.

Norkin juga menghentikan semua penerbangan pelatihan dan membentuk komisi investigasi, yang dipimpin oleh seorang kolonel, untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu, kata militer Zionis.

BACA JUGA:

“Armada akan dikandangkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tambah pernyataan yang dikutip Al-Ahed News.

Israel Kandangkan Armada Helikopter Pasca Kecelakaan Mematikan

Kecelakaan Helikopter Israel

Dua awak yang tewas itu kemudian diumumkan bernama Letnan Kolonel Erez Sachyani dan Mayor Chen Fogel.

Militer rezim pendudukan memiliki masalah dengan helikopter lain dalam beberapa tahun terakhir dan ada kecelakaan mematikan lainnya.

Pada tahun 2020, mereka mengandangkan armada helikopter Black Hawk untuk semua penerbangan non-operasional setelah mereka mengalami sejumlah malfungsi, termasuk kegagalan teknis di udara saat mengangkut kepala staf militer Aviv Kohavi.

Pada tahun 2019 dan 2020, helikopter angkut berat ‘Yasur’ milik militer Israel mengalami serangkaian kerusakan. Armada dikandangkan selama sebulan setelah malfungsi menyebabkan salah satu pesawat terbakar di tengah penerbangan dan melakukan pendaratan darurat.

BACA JUGA:

Pada tahun 2017, sebuah helikopter serang Apache jatuh, menewaskan pilotnya dan melukai kopilotnya dengan serius. Militer telah mengandangkan armada Apache awal tahun itu karena masalah yang diklaim tidak terkait dengan kecelakaan itu.

Pada tahun 2010, sebuah helikopter Yasur jatuh selama latihan gabungan Angkatan Udara ‘Israel’ dan Angkatan Udara Rumania, menewaskan lima orang di dalamnya. Kecelakaan itu dikatakan karena faktor “human eror”.

Pada tahun 1997, dua helikopter Yasur bertabrakan di udara saat dalam perjalanan ke lokasi di zona keamanan entitas di sepanjang perbatasan selatan Lebanon. Tujuh puluh tiga tentara tewas dalam bencana udara paling menghancurkan rezim pendudukan Zionis tersebut. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: