Afrika

Antar Agama Tunisia Tandatangani Pakta Nasional Hidup Berdampingan

Tunisia, ARRAHMAHNEWS.COMAgama-agama di Tunisia menandatangani pakta nasional untuk mewujudkan kehidupan yang rukun, damai dan berdampingan antar umat beragama.

Perwakilan dari agama-agama di Tunisia mengumumkan penandatanganan “Pakta Nasional untuk Hidup Berdampingan”, sebagai langkah pertama untuk mewujudkan kerukunan umat beragama yang saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong, dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

BACA JUGA:

Piagam tersebut ditandatangani dalam konferensi pers bersama, pada hari Rabu (26/01/2022), yang dihadiri oleh perwakilan dari agama Islam, Kristen, Yahudi, Baha’i, Sufi, dan lainnya.

Jul 7, 2022

Bendera Tunisia

Juru bicara pakta nasional untuk hidup berdampingan antar umat beragama, Sheikh Karim Shaneiba mengatakan bahwa “piagam ini bertujuan untuk memberikan gambaran alternatif perbedaan agama, yang jauh dari prasangka yang menggambarkan konflik antar umat agama. Keragaman agama adalah kekayaan masyarakat kita dan insentif untuk menyatukan upaya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat”.

Piagam tersebut memberikan kebebasan untuk menjalankan ritual keagamaan tanpa pengecualian dan diskriminasi, memerangi kekerasan dan ekstremisme dengan memberlakukan undang-undang yang mengkriminalisasi fatwa dan wacana yang menyerukan pengecualian, menghormati simbol agama dan tempat ibadah serta menjauhkan mereka dari eksploitasi politik, dan memodifikasi kurikulum pendidikan dengan memberikan kontribusi untuk mempersiapkan generasi muda untuk menerima perbedaan.

BACA JUGA:

Shaneiba juga mengkritik upaya beberapa pihak yang “Menggunakan politik identitas, politisasi agama, menempatkan agama dalam bahaya dan memecah belah masyarakat”, mengingat “Perjuangan ideologis dan perjuangan identitas berdasarkan agama telah menyia-nyiakan kehidupan bernegara selama 10 tahun terakhir”.

Sebelumnya, perwakilan dari berbagai agama di Tunisia menyerukan doa bersama untuk menghilangkan pandemi Corona, dan mengatakan bahwa itu adalah “Produk dari ketidakseimbangan antara sains dan agama, dan tidak adanya sistem nilai yang sangat diperlukan yang mengarah pada kemajuan teknis dan teknologi ke arah yang lebih baik. Dengan melestarikan lingkungan”. (ARN)

Sumber: Al-Quds Arabi

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: