Headline News

Ancaman Yaman ke UEA: Pembalasan Berikutnya Lebih Keras

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang pejabat tinggi militer Yaman mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sepenuhnya siap untuk melakukan operasi pembalasan yang keras terhadap negara-negara anggota koalisi agresi pimpinan Saudi, memperingatkan bahwa serangan di masa depan terhadap Uni Emirat Arab (UEA) akan “lebih menyengat dan menyakitkan.”

“Operasi Badai ke-2 Yaman baru-baru ini menyampaikan pesan penting bahwa pasukan tentara Yaman dan pejuang sekutu mereka dari Komite Populer akan menyerang sasaran militer sensitif jauh di dalam UEA,” kata wakil kepala Kantor Ideologi Angkatan Bersenjata Yaman dalam sambutannya yang diterbitkan pada hari Minggu (30/01).

BACA JUGA:

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TasnimNews, Brigadir Jenderal Abed bin Muhammad al-Thawr juga mengatakan bahwa operasi besar-besaran itu memperingatkan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MbZ) tentang fakta bahwa ia akan menderita kerugian besar untuk kelangsungan upaya untuk mendapatkan kepuasan Israel.

Jul 5, 2022

Brigadir Jenderal Abed bin Muhammad al-Thawr

“Dan sebagai akibatnya Abu Dhabi akan membayar untuk pendekatan yang salah ini,” katanya, mengacu pada normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, yang pada hari Minggu menyebabkan kunjungan resmi pertama ke Abu Dhabi oleh seorang presiden Israel.

“Operasi Badai ke-2 Yaman adalah peringatan bagi Emirat. Mereka harus tahu bahwa dampak dari kurangnya akal sehat MBZ akan menjadi bencana besar dan bahwa mereka tidak akan tahan dengan dampaknya sama sekali. Para penguasa UEA harus ingat bahwa kepentingan dan kemampuan negara mereka akan menjadi sasaran jika mereka menyerahkan urusan negara mereka di tangan bin Zayed,” kata Thawr.

“Kemampuan pencegahan Yaman berkembang sejalan dengan gerakan musuh. Operasi Badai ke-2 Yaman menunjukkan bahwa UEA lemah dan hanya menggertak tentang kemampuan militernya. Guncangan terhadap ekonomi UEA dan kejatuhan pasar sahamnya dengan jelas memanifestasikan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan balasan Yaman di negara itu.”

“UEA telah berusaha untuk mengamankan posisi di kawasan melalui agresinya terhadap Yaman. Namun, hasilnya justru sebaliknya, dan negara itu justru menghancurkan dirinya sendiri. UEA terjebak dalam rawa yang dalam,” tambah pejabat senior militer Yaman itu. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: