Fokus

Intel Lebanon Bongkar 17 Jaringan Mata-mata Israel

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Intelijen Lebanon berhasil membongkar sejumlah besar jaringan mata-mata Israel. Laporan kesuksesan ini dikonfiramasi oleh Menteri Dalam Negeri Bassam Mawlawi pada hari Senin (31/01) selama pertemuan mingguan pemerintah.

Situs berita Lebanon Al-Akhbar melaporkan bahwa jaringan mata-mata Israel menyusup ke organisasi-organisasi Palestina yang beroperasi di Lebanon, termasuk Hizbullah dan badan intelijen Lebanon sendiri.

BACA JUGA:

Mengkonfirmasi laporan tersebut, Mawlawi mengatakan bahwa pasukan keamanan Lebanon telah menemukan 17 jaringan mata-mata, beberapa di antaranya beroperasi di luar perbatasan Lebanon.

Jul 7, 2022

Militer Lebanon

Secara total, dilaporkan bahwa 35 tersangka dipanggil untuk ditanyai, dengan 20 diantaranya ditangkap.

Al-Akhbar mengatakan bahwa temuan itu membongkar jaringan mata-mata yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menambahkan bahwa itu akan sangat menghambat upaya spionase Israel di negara itu.

Ia juga menambahkan bahwa penemuan itu adalah “salah satu operasi keamanan terbesar Lebanon” sejak 2009.

Operasi pengamanan itu dilakukan empat pekan lalu dan setelah koordinasi cabang intelijen dengan komando aparat keamanan dalam negeri.

Dalam waktu empat minggu, mereka berhasil membongkar kasus-kasus yang melibatkan puluhan tersangka yang secara langsung atau tidak langsung bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Israel.

“Agen-agen ini diduga direkrut oleh ‘Israel’ melalui media sosial, di mana mereka ditawari uang sebagai imbalan atas kerja sama mereka,” tambah laporan yang dikutip QudsNen itu.

BACA JUGA:

Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa para tersangka telah menerima pembayaran 100-200 dolar. Pembayaran ini dinyatakan sebagai bantuan dari anggota keluarga untuk tidak menimbulkan kecurigaan di antara petugas keamanan.

Pembayaran ditransfer ke tersangka melalui negara-negara di Amerika Selatan, Afrika dan Asia Timur.

“Penyelidikan mengungkapkan bahwa setidaknya 12 tahanan sadar bahwa mereka bekerja untuk Israel dan sisanya percaya bahwa mereka bekerja untuk lembaga internasional atau organisasi non-pemerintah,” jelas Al-Akhbar.

Perdana Menteri Najib Mikati mengatakan bahwa penangkapan itu telah membantu menghentikan “upaya untuk merusak keamanan dan menyabotase stabilitas negara,” bunyi pernyataan kabinet yang dibacakan oleh Menteri Informasi Abbas Halabi. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: