Fokus

Serangan Yaman ke Israel Hanya Masalah Waktu Saja

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Majalah Israel ‘Ma’arkhot’, sebuah publikasi khusus dalam urusan tentara dan keamanan nasional Israel, membahas masalah serangan baru-baru ini di Uni Emirat Arab.

Majalah itu menganggap bahwa serangan Yaman terhadap “Israel” hanya menunggu masalah waktu saja, menurut Omer Dostry, seorang dosen di bidang militer dan keamanan di Universitas Bar Ilan. Dia dalam laporannya, menegaskan bahwa “Israel harus bersiap secara militer defensif dan ofensif, karena masalah telah berubah menjadi kapan? dan bagaimana?

BACA JUGA:

Mengenai intersepsi rudal balistik yang ditembakkan oleh Yaman, selama kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke UEA, dapat diasumsikan bahwa serangan itu terhadap “Israel” itu sendiri. Pertanyaannya bukan apakah serangan akan terjadi? Tetapi masalah telah berubah menjadi kapan, dan bagaimana? Akan lebih baik jika kita bertindak pada saat ini untuk mengurangi dan melemahkan ancaman dari Yaman.

Jul 7, 2022

Pejabat Israel dan UEA

Pada 17 Januari, Houthi Ansarullah telah menyerang bandara internasional di Dubai dan Abu Dhabi, dan Kilang Minyak Nasional ADNOC di Abu Dhabi, dengan lima rudal balistik dan segerombolan drone jebakan.

Seminggu kemudian, pada tanggal 24 bulan yang sama, dalam operasi “Topan Yaman Kedua”, Houthi meluncurkan dua rudal balistik menuju Bandara Al Dhafra, dan target vital di Abu Dhabi.

Tepat seminggu setelah serangan itu, pada tanggal 30 Januari, UEA kembali dihujani rudal dan drone Yaman dalam Operasi “Topan Yaman Ketiga”, bertepatan dengan kunjungan Presiden Israel.

BACA JUGA:

Serangan baru-baru ini, bertepatan dengan kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog, adalah contoh yang baik dari opsi serangan Ansarullah terhadap pejabat resmi Israel, dan pesan ancaman yang mereka kirim ke Emirat, terhadap perjanjian normalisasi, yang dikenal sebagai “Abraham Accords”.

Para pemimpin Ansarullah sekarang menunjukkan bahwa mereka berniat untuk meningkatkan tingkat ancaman. Misalnya, menurut seorang pejabat senior di Ansarullah mengatakan bahwa “proses penyitaan kapal Emirat memiliki pesan yang jelas kepada musuh Israel, bahwa setiap tindakan militer terhadap Yaman akan berarti penghancuran kapal dan pangkalan Israel tempat tentara bayaran berlatih,” dan menambahkan bahwa “semua gerakan Zionisme di pulau-pulau Yaman tidak akan berlanjut, dan tidak akan berakhir tanpa tanggapan.”

Israel harus bersiap secara militer, baik defensif atau ofensif, untuk skenario serangan serupa. Di mana dalam beberapa tahun terakhir, Yaman telah menikmati pertumbuhan besar, baik secara militer maupun teknologi. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan ofensif Yaman yang relatif maju, karena jarak serangannya telah mencapai 1.800 km – kira-kira sama jaraknya dengan kemungkinan serangan dari Yaman yang menargetkan Eilat (sekitar 2.000 km).

Dapat diasumsikan bahwa senjata yang sekarang diarahkan untuk melawan Arab Saudi dan UEA, serta berbagai kapal di Laut Merah, pada titik tertentu akan diarahkan melawan “Israel”. Karena itu, lebih baik bertindak secara militer. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: