Headline News

Lavrov: AS Bereaksi Negatif atas Tuntutan Rusia soal Keamanan

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat bereaksi negatif terhadap permintaan utama Rusia agar perjanjian keamanan tak terpisahkan, dilaksanakan secara bertanggung jawab. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan hal ini setelah pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa (01/02).

“Mengenai masalah utama yang secara umum mendorong kami untuk menawarkan Amerika Serikat dan aliansi Atlantik Utara dengan inisiatif itu, reaksinya negatif. Maksud saya tuntutan kami bahwa semua harus secara bertanggung jawab menerapkan perjanjian tentang keamanan tak terpisahkan yang dicapai dalam kerangka OSCE di Istanbul pada 1999 dan di Astana pada 2010,” kata diplomat top Rusia itu sebagaimana dikutip TASS.

Jawaban AS atas proposal Rusia tentang jaminan keamanan yang diterima minggu lalu menunjukkan bahwa “pilihan Amerika untuk lebih fokus mendiskusikan masalah masih penting, tetapi sekunder,” tegas Lavrov.

Pada saat yang sama, Barat berusaha untuk “melupakan” prinsip utama keamanan yang tidak dapat dipisahkan,” katanya.

BACA JUGA:

“Mereka benar-benar menjadikan sebagai landasan secara eksklusif prinsip kebebasan memilih serikat, sementara sepenuhnya mengabaikan kondisi yang disepakati di tingkat tertinggi bahwa pelanggaran terhadap keamanan negara lain dalam kasus ini tidak dapat diterima,” tambah menteri luar negeri Rusia itu menjelaskan.

“Agar hal ini tidak terjadi, ketika kami menerima reaksi dari Washington terhadap proposal awal kami, saya menjelaskan ini secara rinci dalam pesan khusus dan mengirimkannya ke semua menteri luar negeri OSCE dan menteri luar negeri negara lain untuk memberi tahu mereka posisi kami,” kata Lavrov.

Jul 7, 2022

Moskow juga waspada, bahwa negara-negara NATO lainnya. Misalnya, Prancis, yang  “mendesak perlunya memastikan keamanan berdasarkan dokumen yang mendahului adopsi piagam Istanbul dan deklarasi Astana. Dan, khususnya, mereka mengutip dokumen KTT OSCE Paris tahun 1990, yang tidak memiliki ketentuan bahwa keamanan tidak boleh diperkuat dengan mengorbankan keamanan pihak lain,” tambahnya.

“Rusia akan bersikeras pada pembicaraan jujur dengan NATO dan menuntut penjelasan mengapa Barat tidak ingin menghormati komitmennya,” ujar menteri luar negeri Rusia itu menekankan.

BACA JUGA:

“Hari ini, saya menegaskan kepada Antony Blinken bahwa bagaimanapun juga ini adalah masalah, yang tidak akan kami biarkan untuk digeoisasikan. Dan kami akan menuntut pembicaraan yang jujur dan penjelasan yang jujur mengapa Barat tidak mau melaksanakan komitmennya atau (hanya) mau menerapkannya secara selektif demi keuntungannya,” kata diplomat top Rusia itu.

“Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS setuju bahwa ada topik pembicaraan dengan Rusia mengenai masalah keamanan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Lavrov.

“Tony Blinken setuju bahwa ada pokok pembicaraan di sini untuk pembicaraan lebih lanjut. Kami akan melihat bagaimana perkembangannya,” kata diplomat top Rusia. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: