Amerika

Rusia: Pertemuan PBB tentang Ukraina Hanya Sukses Bagi AS

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Ukraina pada hari Senin dapat disebut berhasil hanya dari sudut pandang strategi Amerika Serikat untuk mengipasi ketegangan. Wakil Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Dmitry Polyansky mengatakannya pada hari Selasa (01/02).

“Sayangnya, saya tidak bisa menyebut [pertemuan] ini berhasil. Semuanya tergantung pada kriteria yang digunakan. Jika ia (Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield) ingin pertemuan Dewan Keamanan ini memihak strategi membangun tekanan, mengipasi histeria Amerika Serikat terkait hype ini, maka kemudian, mungkin, itu (bisa dibilang) benar-benar berhasil,” katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Rossiya-24.

“Kami tidak berpikir bahwa Dewan Keamanan adalah tempat untuk latihan politik guna mencapai tujuan politik dalam negeri,” tegasnya sebagaimana dikutip TASS.

Jul 5, 2022

Dewan Keamanan PBB bertemu pada hari Senin untuk membahas situasi di sekitar Ukraina. Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Amerika Serikat. Rusia dan China menolaknya, dengan mengatakan bahwa diskusi tentang tuduhan yang tidak berdasar hanya akan menambah ketegangan yang ada.

BACA JUGA:

Pertemuan itu tidak membuahkan hasil yang konkrit. Amerika Serikat, Ukraina dan pendukung mereka sekali lagi menuduh Rusia, yang menolak tuduhan ini. Perwakilan Tetap AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan pada hari Selasa bahwa negaranya menilai pertemuan itu berhasil.

Baru-baru ini, media Barat dan Ukraina telah menggemakan klaim tentang kemungkinan agresi Rusia terhadap Ukraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengecam pernyataan seperti itu sebagai “kosong dan tidak berdasar” dan tujuan mereka adalah untuk mengobarkan ketegangan.

Peskov menekankan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan provokasi untuk membenarkan pernyataan tersebut dan memperingatkan bahwa upaya menggunakan kekuatan untuk menyelesaikan krisis di tenggara Ukraina akan memiliki konsekuensi yang paling parah. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: