Arab Saudi

Abdulmalik Houthi: AS-Inggris-Israel Peralat UEA untuk Serang Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin Revolusi Yaman, Sayyid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi, pada hari Kamis (03/02) menegaskan bahwa “keteguhan dalam menghadapi agresi, apa pun tingkat eskalasinya, adalah komitmen iman, moral dan manusiawi.”

“Musuh-musuh kita memerangi kita dengan tujuan untuk mengendalikan kita sepenuhnya, dan akibatnya kita menderita, tetapi kita berada dalam posisi terhormat, posisi orang-orang beriman dan mujahidin yang sabar,” kata Sayyid Abdul-Malik al-Houthi dalam pidatonya pada malam Jumat pertama bulan Rajab.

Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menganggap Jumat Rajab pertama sebagai kesempatan besar bagi bangsa Yaman dan hubungan mereka terhadap Islam.

Jul 6, 2022

“Posisi kita adalah wujud kemerdekaan dan martabat dalam setiap arti kata, kita menolak penghinaan dan tidak menerima dominasi musuh kami atas kita,” tegasnya.

BACA JUGA:

“Semakin musuh meningkatkan tindakan tidak adil dan kriminal, dan semakin mereka berusaha untuk menduduki negara kita dan mengepung kita, semakin banyak wawasan dan kesadaran yang kita miliki dan semakin kita bergerak untuk mengalahkan mereka,” tambahnya.

Merujuk pada kesulitan besar yang dihadapi rakyat Yaman sejak awal agresi, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi mengatakan, “Musuh telah mencapai terobosan serius, tetapi dengan mengandalkan Allah dan tindakan serius, kemenangan besar telah kita raih.”

Ia mencatat bahwa Amerika, Inggris, dan Israel mendorong UEA untuk kembali ke eskalasi di Yaman dan membuat negara itu lebih terlibat.

“Emirat adalah pecundang karena mereka kembali ke eskalasi mereka yang tidak dapat dibenarkan, dan mereka tunduk pada perintah Amerika, Inggris, dan Israel,” kata Sayyid Abdul-Malik al-Houthi.

BACA JUGA:

ia menunjukkan bahwa ada beberapa kemunduran di provinsi Shabwah sebagai akibat dari kondisi perang.

“Ini terjadi, tetapi ini tidak berarti bahwa rakyat Yaman telah dikalahkan. Ini tidak akan pernah terjadi,” katanya.

Sayyid Abdul-Malik al-Houthi menegaskan bahwa “pengepungan, tirani, dan kejahatan musuh adalah alasan kekalahan mereka. Keteguhan rakyat Yaman dengan kesabaran, kemurahan hati, tanggung jawab dan ketergantungan pada Allah adalah alasan untuk kemenangan mereka yang tak terelakkan.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: