Amerika

AS Setujui Penjualan Senjata ke Saudi, UEA, dan Yordania

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM – Pentagon mengatakan Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui beberapa potensi penjualan senjata ke sekutu di Timur Tengah, termasuk Yordania, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa persetujuan tersebut mencakup potensi penjualan jet tempur F-16 dan peralatan terkait ke Yordania dengan perkiraan sekitar $4,21 miliar.

Baca: 

Kesepakatan Jordan mencakup pesanan untuk 12 pesawat F-16 C Block 70, 4 pesawat F-16 D Block 70, selain mesin F100-GE-129D, di samping perangkat IPDG. Khusus dalam modernisasi perangkat lunak pesawat tempur, sebagai tambahan ke komputer khusus dalam pesawat F-16, dan sistem penentuan posisi geografis.

Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Yordania untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan memastikan interoperabilitas lanjutan dengan Amerika Serikat dan pasukan koalisi.

Pesawat ini akan memodernisasi armada pesawat tempur Yordania dan mendukung persyaratan operasional yang terkait dengan tujuan koalisi AS. Yordania tidak akan kesulitan menyerap peralatan ini ke dalam angkatan bersenjatanya.

Washington juga setuju untuk menjual 31 sistem distribusi informasi mulfifungsi ke Arab Saudi hingga $23,7 juta untuk memodernisasi sistem pertahanan misilnya.

Kesepakatan penjualan ke Arab Saudi mencakup 31 unit sistem multifungsi yang mencakup stasiun komunikasi dan navigasi “MIDS-LVT”, di samping modernisasi sistem stasiun komunikasi militer.

Kesepakatan yang diusulkan untuk angkatan bersenjata Saudi ini akan mencakup peralatan dan pelatihan untuk melindungi Arab Saudi dan kawasan dari efek destabilisasi, dan untuk melawan pengaruh Iran dan ancaman keamanan lainnya.

Departemen Luar Negeri juga setuju untuk menjual suku cadang senilai $30 juta kepada UEA untuk sistem pertahanan rudal Hawk.

Kesepakatan penjualan ke UEA termasuk peralatan dan perlengkapan militer, termasuk suku cadang perawatan khusus untuk peralatan militer, dan radar pelacak.

Siaran pers menunjukkan bahwa UEA bermaksud untuk mempertahankan sistem senjata pertahanan udaranya sesuai dengan persyaratan dan standar pemeliharaan AS, karena kesepakatan ini akan mendukung kemampuan UEA saat ini untuk mencegah ancaman musuh, dan berkontribusi pada integrasinya dengan koalisi pimpinan AS.

Badan tersebut menekankan bahwa mendukung kesepakatan semacam itu sangat penting untuk mendukung tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan kesiapan keamanan “sekutu non-NATO,” untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah.

Dia juga menekankan bahwa penjualan peralatan militer ini “tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah tersebut.” (ARN)

Sumber: FNA

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: