Headline News

Zionis: Nasrallah Miliki Kecerdasan Emosional, Mental Kuat, dan Karismatik.

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Media Israel, Hayom, menerbitkan sebuah artikel yang secara khusus membahas tentang sosok pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, menggambarkannya sebagai salah satu musuh paling berbahaya rezim zionis karena kekuatan mentalitasnya, dengan banyak karisma dan kecerdasan emosional.

Berikut narasi dari Yuav Limor yang diterbitkan oleh Hayom Israel dan diterjemahkan serta diringkas oleh Al-Ahednews:

Setelah pembunuhan mantan sekretaris jenderal Hizbullah, [Sayyed] Abbas al-Moussawi, pada Februari 1992 menggunakan helikopter Angkatan Udara Israel, Hizbullah meluncurkan serangkaian operasi pembalasan. Untuk menggantikan al-Moussawi yang relatif moderat, Hizbullah memilih [Sayyed] Hassan Nasrallah, yang lebih ekstrim dari pendahulunya, untuk memimpin kelompok tersebut.

Nasrallah mulai memimpin kelompok itu melalui jalur radikal, di mana ia fokus memerangi tentara Israel di ‘sabuk keamanan’ dan meluncurkan rudal ke Galilea. Selama periode itu, sekitar 25 tentara Israel terbunuh setiap tahun di Lebanon Selatan, yang sebagian besar tewas dalam pertempuran melawan Hizbullah.

BACA JUGA:

Nasrallah mengambil keuntungan yang sangat baik dari pemberontakan rakyat yang menyerukan penarikan tentara Israel dari Lebanon. Ia melakukannya melalui rencana ganda: Untuk membuat pihak (masyarakat) Israel putus asa, dan untuk mencegah tentara Israel meluncurkan serangan.

Jul 7, 2022

Kedua sisi rencana tersebut terbukti berhasil: Yang pertama akhirnya membuat kandidat pemilihan Israel 1999 (Ehud Barak, Benjamin Netanyahu, dan Yitzhak Mordechai) untuk berjanji bahwa jika mereka terpilih sebagai perdana menteri, mereka akan mundur dari Lebanon. Yang benar, Ehud Barak kemudian terpilih dan dia memenuhi janjinya.

Di rencana kedua, Hizbullah kembali mencetak gol. Serangkaian kegagalan praktis dan jumlah tentara yang terbunuh mendorong militer ‘Israel’ untuk mundur dari beberapa lokasi dan mengurangi serangannya.

BACA JUGA:

Hizbullah memanfaatkan ini untuk mengintensifkan serangan yang menargetkan situs-situs [militer-red], terutama melalui penanaman bahan peledak dan meluncurkan rudal anti-lapis baja, yang sebagian besar menyebabkan kematian di antara personel militer Israel, terutama pada tahun terakhir kehadiran militer di wilayah ‘sabuk keamanan’.

Penarikan militer Israel dari Lebanon Selatan pada tahun 2000 adalah peristiwa penting bagi Hizbullah. Pada saat itu, Nasrallah dipandang sebagai pahlawan di Lebanon dan seluruh dunia Arab. Saat itulah ia menyampaikan pidato “jaring laba-laba”, di mana ia mengklaim bahwa meskipun memiliki senjata nuklir dan Angkatan Udara, Israel lebih lemah daripada jaring laba-laba.

BACA JUGA;

Brigadir Jenderal (purnawirawan) Dror Shalom, yang menjabat hingga tahun lalu sebagai kepala pusat penelitian dan cabang intelijen, mengatakan: “Nasrallah memiliki kepribadian yang unik. Ia memiliki mentalitas yang kuat, dengan banyak karisma dan kecerdasan emosional. Sosok seperti itu membuat Hizbullah menikmati popularitas besar.”

“Kita tidak bisa meremehkan Nasrallah. Ia adalah orang yang serius. Ia membuktikan dirinya selama beberapa tahun terakhir sebagai pakar paling memiliki informasi dalam urusan Israel di dunia Arab. Nasrallah masih menjadi musuh paling berbahaya Israel. Ia mengenal kita lebih dari badan lainnya, dan ia secara terbuka melawan kita,” ujar Shalom menambahkan lebih lanjut.

Di banyak bidang, Hizbullah telah mengumpulkan persenjataan yang sangat besar, menjadikan mereka memiliki 150.000 roket dan rudal yang dapat menghantam setiap tempat di Israel, dan yang tersembunyi di berbagai tempat di Lebanon, terutama di selatan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: