Headline News

Senjata Terlarang Saudi Picu Meningkatnya Kasus Kanker di Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan Yaman mengkonfirmasi bahwa jumlah pasien kanker telah berlipat ganda di Yaman karena penggunaan senjata terlarang oleh agresi AS-Saudi.

Menteri Kesehatan, Dr. Taha al-Mutawakil, mengatakan dalam acara Hari Kanker Sedunia bahwa “Yaman sedang menyaksikan krisis besar, dan jumlah pasien berlipat ganda sebagai akibat dari senjata agresi terhadap negara kita.”

BACA JUGA:

Ia menjelaskan bahwa lebih dari 60.000 kasus berada di pusat-pusat onkologi, dengan kekurangan obat-obatan, peralatan dan diagnostic. Ia mencatat bahwa jumlah anak-anak dengan leukemia meningkat pesat.

Jul 7, 2022

Wabah Kanker di Yaman

“Lebih dari 3.000 anak penderita kanker berisiko meninggal akibat blokade AS-Saudi, kehilangan hak untuk menerima perawatan kesehatan yang diperlukan,” tambahnya, seperti dilansir HodHodYemenNews.

Ia membenarkan bahwa bandara Sana’a masih ditutup, dan akibatnya pasien tidak dapat pergi ke luar negeri untuk berobat. Sementara pada saat yang sama, karena blokade, masuknya obat-obatan dan perbekalan yang diperlukan tidak mungkin.

“Pengobatan, yang diperlukan untuk mengobati pasien kanker dicegah masuk oleh koalisi,” lanjutnya. Al-Mutawakkil menambahkan bahwa “kami telah meminta PBB untuk mengawasi masuknya bahan-bahan ini.”

Menteri Al-Mutawakil menekankan bahwa “pembukaan Bandara Internasional Sana’a adalah kebutuhan kemanusiaan.”

BACA JUGA:

Sementara itu, CEO Dana Pengendalian Kanker, Abdulsalam al-Madani, mengatakan: “Kita memperingati hari ini dan negara kita masih menderita dari munculnya banyak kasus akibat agresi AS-Saudi dan penggunaan senjata terlarang.”

Al-Madani menyoroti bahwa agresi terus mencegah masuknya perangkat pemindaian atom, yang hanya dapat dicapai melalui Bandara Sana’a, yang melalui itu dapat meringankan penderitaan pasien kanker.

Ia menekankan bahwa “ada banyak kasus yang kami terima dari banyak daerah, seperti Saada, Hajjah, dan provinsi lainnya, di mana bom curah yang terlarang telah dijatuhkan dan orang-orang menderita kanker.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: