Amerika Latin

Argentina Gabung Proyek “Belt and Road Initiative” China

Argentina, ARRAHMAHNEWS.COM Argentina dan China menandatangani nota kesepahaman “Belt and Road Initiative” yang merupakan proyek pembangunan infrastruktur global bernilai miliaran dolar dari Beijing.

Dokumen tersebut merupakan bagian dari paket perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada hari Minggu di Beijing dalam kunjungan Presiden Argentina Alberto Fernandez untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, seperti dilansir Al-AhedNews.

BACA JUGA:

Buenos Aires adalah negara ke-21 di Amerika Latin yang secara resmi bergabung dengan inisiatif yang dipimpin China. Argentina adalah negara dalam daftar tiga ekonomi regional teratas, yang juga mencakup Brasil dan Meksiko, yang pertama melakukannya.

Langkah itu sudah lama diperkirakan, mengingat hubungan ekonomi yang luas antara kedua negara. China menyalip Brasil sebagai mitra dagang terbesar Argentina pada 2020, di tengah penurunan perdagangan regional akibat pandemi Covid-19. China tidak hanya pemasok berbagai barang ke Argentina, tetapi juga pasar utama untuk sektor pertaniannya, dengan kedelai dan daging sapi sebagai ekspor terbesarnya.

Memorandum tersebut menetapkan peta jalan bagi China dan Argentina untuk lebih mengembangkan perdagangan mereka dan bentuk kerja sama lainnya. Pemerintah Argentina mengatakan bahwa Beijing setuju untuk menginvestasikan setidaknya 14 miliar dolar AS dalam proyek infrastruktur di negara itu, dengan tahap kedua senilai 9,7 miliar dolar AS dalam proses.

Washington memandang “Belt and Road Initiative”, yang diluncurkan oleh Xi pada 2013, sebagai tantangan serius bagi kepentingannya di Amerika Latin. AS telah mengirim diplomat ke negara-negara sahabat untuk menasihati mereka agar tidak mengambil uang Beijing.

Pemerintahan Joe Biden memuji inisiatif Build Back Better World [B3W] yang dipimpin G7 sebagai kendaraan alternatif bagi negara-negara untuk bangkit dari perlambatan Covid-19 dalam “kemitraan infrastruktur yang didorong oleh nilai-nilai, standar tinggi, dan transparan” dengan Barat.

Bulan lalu, Nikaragua bergabung dengan mega-proyek China, setelah mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taipei ke Beijing. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: