Fokus

Dibintangi Artis Israel, Kuwait Larang Pemutaran Film Ini

Kuwait, ARRAHMAHNEWS.COM Kuwait mengeluarkan larangan pemutaran film Amerika, Death on the Nile, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Agatha Christie dan dibintangi aktris Israel Gal Gadot.

Juru bicara Kementerian Informasi Kuwait, Anouar Mourad, mengatakan pada hari Minggu bahwa penonton bioskop di Kuwait tidak akan dapat menonton film yang disutradarai oleh Kenneth Branagh itu, beberapa hari sebelum perilisan film tersebut, membenarkan beberapa laporan pers sebelumnya, seperti dilansir PressTV.

BACA JUGA:

Ia mengatakan keputusan itu dibuat sebagian karena status Gadot adalah “mantan tentara dalam pasukan pendudukan.” Gadot menjalani layanan wajibnya dalam pasukan Israel. Ia kerap mendapat kecaman di media sosial.

Jul 7, 2022

Gal Gadot

Pada 2017, Kuwait juga melarang Wonder Woman, di mana Gadot memainkan peran utama. Pada saat itu, kementerian mengutip kewarganegaraan Israelnya sebagai alasan untuk mencegah pemutaran film tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, surat kabar Kuwait, al-Qabas, melaporkan bahwa keputusan itu dibuat menyusul tuntutan di media sosial agar film itu diboikot karena pujian Gadot atas serangan tentara Israel terhadap Jalur Gaza yang terkepung pada tahun 2014 dan kritiknya terhadap Gerakan perlawanan Palestina Hamas.

Perang yang menghancurkan itu mengakibatkan kematian sedikitnya 2.251 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

BACA JUGA:

Jalur Gaza, rumah bagi sekitar dua juta orang, telah berada di bawah blokade yang diberlakukan oleh Israel selama lebih dari 14 tahun. Blokade ketat telah menyebabkan penurunan tajam dalam standar hidup serta tingkat pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemiskinan yang tak henti-hentinya.

Israel juga telah meluncurkan tiga perang besar di Gaza sejak 2008.

Dalam kampanye pemboman terbaru, setidaknya 260 warga Palestina, termasuk lebih dari 60 anak-anak, tewas dalam rentang waktu 11 hari yang dimulai pada 10 Mei 2021. Gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza membalas dengan keras, yang mengejutkan rezim Tel Aviv. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: