Afrika

Maroko Berkabung Pasca Kematian Bocah yang Terjebak di Sumur

Maroko, ARRAHMAHNEWS.COM – Keheningan mencekam kini meliputi sebuah desa Maroko pada hari Minggu (06/02) setelah kematian seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang telah terperangkap di dalam sumur selama empat hari.

Masyarakat Ighran, sebuah desa di daerah pegunungan di Maroko utara, selama berhari-hari telah berkumpul di sepanjang tepi sumur, menyemangati para pekerja penyelamat dan sukarelawan yang menggali jauh ke dalam medan yang sulit untuk mencapai lubang tempat bocah itu, Rayan, terjebak. Mereka menyampaikan dukungan kepada orang tua Rayan. Jutaan orang menyaksikan operasi penyelamatan di TV pemerintah.

Bocah itu ditarik keluar pada Sabtu malam oleh tim penyelamat setelah operasi panjang yang menarik perhatian dunia. Yakin bahwa Rayan masih hidup, orang-orang bersorak gembira saat anak itu dilarikan ke ambulans tempat orang tuanya telah menunggu.

Hanya beberapa menit setelah ambulans membawanya pergi, sebuah pernyataan dari istana kerajaan mengatakan bocah itu telah meninggal. Raja Maroko Mohammad VI menyampaikan belasungkawa kepada orang tua bocah itu, Khaled Oram dan Wassima Khersheesh.

BACA JUGA:

Pesan dukungan, perhatian, dan kesedihan untuk bocah itu dan keluarganya mengalir dari seluruh dunia setelah berita kematian Rayan menyebar Sabtu malam.

Paus Fransiskus pada hari Minggu menggambarkan bagaimana orang-orang bersatu dalam upaya untuk menyelamatkan hidup Rayan, sebagai “keindahan”. Saat ia menyapa publik di Lapangan Santo Petrus, Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada orang-orang Maroko. Ia memuji orang-orang karena “melakukan segalanya” untuk mencoba menyelamatkan anak itu.

Pernyataan istana mengatakan raja Maroko telah dengan cermat mengikuti upaya penyelamatan darurat oleh otoritas setempat. Raja menginstruksikan para pejabat untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mengeluarkan bocah itu dari sumur dan mengembalikannya hidup-hidup kepada orang tuanya. Ia memuji para penyelamat atas kerja keras mereka dan kepada masyarakat karena memberikan dukungan kepada keluarga Rayan.

Rayan jatuh ke dalam sumur sedalam 32 meter (105 kaki) yang terletak di luar rumahnya pada Selasa malam. Keadaan pasti bagaimana ia jatuh tidak jelas.

BACA JUGA:

Selama tiga hari, tim pencari menggunakan buldoser untuk menggali parit paralel. Kemudian pada hari Jumat, mereka mulai menggali terowongan horizontal untuk mencapai bocah yang terperangkap. Kantor berita MAP Maroko mengatakan bahwa para ahli di bidang teknik topografi dipanggil untuk membantu.

Tim penyelamat menggunakan tali untuk mengirim oksigen dan air ke bocah itu serta kamera untuk memantaunya. Pada Sabtu pagi, kepala komite penyelamatan, Abdelhadi Temrani, mengatakan: “Tidak mungkin untuk menentukan kondisi anak sama sekali saat ini. Tapi kami berharap kepada Tuhan bahwa anak itu masih hidup.”

Pekerjaan menjadi sangat sulit karena takut tanah di sekitar sumur bisa runtuh menimpa bocah itu.

Desa berpenduduk sekitar 500 orang ini dipenuhi dengan sumur dalam, banyak yang digunakan untuk mengairi tanaman ganja yang merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak orang di daerah miskin, terpencil, dan gersang di Pegunungan Rif Maroko itu. Sebagian besar sumur memiliki tutup pelindung. (ARN)

Sumber: Al-Manar

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: