Hot News

Di Yaman, Setiap Jam Seorang Warga Sipil Tewas atau Terluka

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Organisasi Save the Children yang berbasis di London memantau selama bulan Januari, bahwa setiap jam seorang warga sipil Yaman tewas atau luka-luka akibat serangan brutal koalisi pimpinan Saudi.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh organisasi Save the Children yang dikutip oleh Reuters, setidaknya satu warga sipil tewas atau terluka setiap jam di Yaman selama bulan Januari. Ini menunjukkan bahwa bulan ini menyaksikan jumlah korban terbesar dalam satu bulan sejak eskalasi tahun 2018.

BACA JUGA:

Mengenai jumlahnya, laporan itu mengatakan “Lebih dari 200 orang dewasa dan 15 anak-anak tewas serta 354 orang dewasa dan 30 anak-anak terluka, atau total 599 korban sipil, selama periode dari 6 Januari hingga 2 Februari.

Sementara laporan itu menyatakan kekhawatirannya bahwa jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi dari yang dipantau. Laporan itu juga menyatakan bahwa “jumlah korban sipil pada Januari mendekati tiga kali perkiraan rata-rata bulanan yakni 209 korban pada 2021.”

Jul 5, 2022

Anak Yaman meninggal

Sementara itu, Gillian Moyes, direktur Save the Children di Yaman, mengatakan “Anak-anak selalu menanggung beban kekerasan yang sedang berlangsung di Yaman, dan penderitaan mereka berlipat ganda dalam menghadapi keheningan dan pengabaian global.”

“Peningkatan tajam eskalasi pada bulan Januari menyebabkan kematian dan cedera di antara warga sipil, serta kerusakan parah pada infrastruktur sipil, termasuk fasilitas kesehatan, sekolah, infrastruktur komunikasi, penjara dan fasilitas air,” tulis lapaoran itu.

Laporan organisasi internasional itu muncul setelah Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Yaman mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa “234 warga sipil tewas dan 431 lainnya terluka pada Januari lalu, jumlah kematian bulanan tertinggi dalam tiga tahun.”

Mengenai tahun 2021, laporan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan, ”Tahun 2021 menyaksikan 769 warga sipil tewas dan melukai 1.739 lainnya, dengan rata-rata 7 korban per hari.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: