Headline News

Presiden Iran: Kita Tak Bergantung Pada Wina Atau New York

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Iran, Ebrahim Raeisi, mengatakan bahwa Iran tidak menaruh harapan pada Barat, menambahkan bahwa negara itu hanya bergantung pada rakyat Iran untuk mencapai kemerdekaan politik dan ekonomi.

Dalam pidato pada peringatan ke-43 Revolusi Islam di Teheran pada hari Jumat, Raeisi mengatakan kebijakan luar negeri pemerintahannya didasarkan pada keseimbangan. Ia secara implisit mengkritik pandangan Barat terhadap kebijakan di masa lalu yang telah membuat negara itu tidak seimbang.

BACA JUGA:

“Kita harus memberikan perhatian khusus kepada semua negara, terutama tetangga kita. Tetapi kita memiliki harapan pada Tuhan dan rakyat, dan kita tidak pernah memiliki harapan terhadap Wina dan New York,” katanya sebagaimana dikutip PressTV.

Jul 5, 2022

Presiden Iran

Presiden Raeisi telah berulang kali mengatakan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk pembicaraan yang saat ini sedang berlangsung di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, tetapi menekankan bahwa itu tidak akan menjadikan negara dan ekonomi bergantung pada hasil mereka.

Raesi pada hari Jumat mengatakan bahwa ia melihat masa depan yang cerah bagi Iran, mengutip kapasitas besar negara itu terutama sumber daya manusia dengan para pemudanya.

“Kita sangat berharap untuk masa depan. Harapan ini tidak hanya ada dalam slogan dan kita menjadi lebih berharap dari hari ke hari. Saya juga mengatakan kepada Pimpinan [Ayatollah Sayed Ali Khamenei]; saya melihat kapasitas ini. Kekuatan para muda yang tangguh dan intelektual yang saya lihat, menjadikan saya lebih berharap untuk masa depan,” katanya. “Masa depan akan sangat cerah dan menjanjikan.”

BACA JUGA:

Presiden Iran itu menegaskan bahwa negaranya tidak menerima untuk didominasi dan juga tidak ingin mendominasi negara lain.

“Kami tidak menerima dominasi dan melepaskan kemerdekaan kami, juga tidak ingin menindas siapa pun,” kata Raeisi dalam pidatonya saat Sholat Jumat di masjid Grand Mosalla di Teheran.

Ia memuji Revolusi Islam sebagai simbol “kekuatan ilahi” yang memukau dunia.

“Semua orang kemudian bertanya-tanya bagaimana suatu bangsa, dengan mengandalkan Tuhan, dapat menggulingkan pemerintahan yang didukung oleh kekuatan besar dan secara sukarela mendirikan pemerintahan atas nama agama dan nilai-nilai ketuhanan,” tambahnya.

BACA JUGA:

Rakyat Iran dari semua lapisan masyarakat turun ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk merayakan ulang tahun ke-43 Revolusi Islam, yang menggulingkan mantan rezim Pahlavi yang didukung AS pada 1979.

Menurut Raieis, slogan-slogan yang sama yang diteriakkan oleh orang-orang pada protes tahun 1979 harus digunakan hari ini juga.

Saat itu slogan “Tidak Timur maupun Barat, Republik Islam adalah yang terbaik” diteriakkan. “Hari ini, slogan yang sama harus bergema juga,” katanya.

Ia mencatat bahwa Iran selalu berhasil melindungi kemerdekaan politiknya dan bahwa republik Islam memainkan peran yang menentukan di kawasan.

Presiden Iran juga menekankan pada penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi serta penindasan yang melawan sifat Republik Islam.

Di bagian lain dalam sambutannya, Raeisi menjelaskan bahwa mengabaikan rakyat sama dengan mengabaikan Revolusi Islam, menambahkan bahwa rakyat terkait erat dengan Revolusi.

“Semua selera yang berbeda, apapun perbedaannya, tidak boleh membiarkan persatuan rusak,” katanya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: