Afghanistan

AS Sita Aset Afghanistan, China: Itu Tindakan Bandit

China, ARRAHMAHNEWS.COM China mengutuk keputusan AS untuk menyita aset Afghanistan yang dibekukan di tengah krisis kemanusiaan yang meningkat. Beijing mengatakan tindakan itu tidak berbeda dengan “bandit.”

“Tanpa persetujuan rakyat Afghanistan, AS dengan sengaja membuang aset milik rakyat Afghanistan, bahkan menyimpannya sebagai miliknya. Ini tidak berbeda dengan perilaku bandit,” kata juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin pada konferensi pers, seperti dilansir PressTV.

BACA JUGA:

“Sebagai biang keladi dari krisis Afghanistan, AS seharusnya tidak memperburuk penderitaan rakyat Afghanistan. Mereka (AS) harus mencairkan aset mereka (Afghanistan), mencabut sanksi sepihak terhadap Afghanistan sesegera mungkin, dan memikul tanggung jawab untuk meredakan krisis kemanusiaan di negara itu, ”tegasnya.

Jul 7, 2022

Wang Wenbin

Presiden AS Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif minggu ini yang mengesahkan pelepasan setengah dari 7 miliar dolar dana beku Afghanistan untuk bantuan kemanusiaan, dan setengah lainnya untuk kemungkinan pembayaran kepada keluarga korban 9/11.

Menyusul perintah tersebut, ribuan warga Afghanistan turun ke jalan-jalan di Kabul dan kota-kota lain untuk mengutuk tindakan tersebut, dengan alasan bahwa Afghanistan tidak ada hubungannya dengan serangan 11 September 2001.

Demonstran yang marah juga meminta masyarakat internasional untuk membantu Afghanistan mencairkan semua aset yang dibekukan di AS serta negara-negara Eropa.

Keputusan oleh Biden diumumkan hanya beberapa hari setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa Afghanistan ibarat “tergantung seutas benang”, karena jutaan warga Afghanistan berada pada risiko kelaparan dan kematian.

Afghanistan memiliki aset sekitar 9 miliar dolar di luar negeri, termasuk 7 miliar dolar di Amerika Serikat. Sisanya sebagian besar di Jerman, Uni Emirat Arab dan Swiss. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: