Fokus

Hizbullah Sukses Terbangkan Drone Pengintai di Langit Israel

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa mereka telah menerbangkan pesawat tak berawak di atas wilayah yang diduduki Israel untuk misi pengintaian. Mereka menambahkan bahwa drone itu kembali tanpa tersentuh setelah menyelesaikan misi dengan sukses.

Pada hari Jumat, “perlawanan Islam meluncurkan drone ‘Hassan’ ke wilayah Palestina yang diduduki,” kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan. Pernyataan itu menambahkan bahwa drone tersebut menjelajahi “daerah yang ditargetkan selama 40 menit dalam misi pengintaian, yang membentang sepanjang 70 kilometer”.

BACA JUGA:

“Meskipun banyak upaya musuh berturut-turut untuk menjatuhkannya, pesawat ‘Hassan’ kembali dari wilayah pendudukan dengan selamat setelah melakukan misi yang diperlukan dengan sukses,” tambah pernyataan itu, seperti dilansir PressTV.

Jul 7, 2022

Pejuang Hizbullah Lebanon

Militer Israel mengkonfirmasi penerbangan itu, dengan mengatakan sebuah rudal pencegat yang ditembakkan ke drone itu, juga pesawat-pesawat tempur yang dikerahkan, gagal mencegatnya.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan pada hari Rabu bahwa gerakan perlawanan telah mengembangkan kemampuan untuk membuat roket dan drone sendiri. “Kami telah mulai memproduksi drone,” katanya, berbicara kepada penguasa rezim Israel.

BACA JUGA:

Laporan mengatakan bahwa pesawat tempur Israel terbang di atas ibukota Libanon, Beirut, pada ketinggian rendah selama beberapa menit kemudian pada hari Jumat, dan suara keras terdengar.

Lebanon telah mengalami dua perang melawan Israel pada tahun 2000 dan 2006. Pada kedua kesempatan, kontribusi Hizbullah di medan pertempuran terbukti merupakan aset yang sangat diperlukan, memaksa militer Israel mundur.

Hizbullah didirikan setelah invasi dan pendudukan Israel tahun 1982 di Lebanon selatan. Gerakan tersebut mengusir pasukan Israel dari Lebanon pada Mei 2000.

Sejak itu, kelompok perlawanan telah tumbuh menjadi kekuatan militer kuat, yang berulang kali menyerang militer Israel, termasuk selama perang 33 hari pada Juli 2006. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: