Artikel

Drone Hassan! Titik Balik dalam Konfrontasi Lebanon-Israel

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Beberapa hari lalu, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, mengumumkan bahwa gerakan perlawanan Libanon telah mengubah ribuan rudalnya menjadi rudal yang presisi.

Sayyid Nasrallah juga meyakinkan bahwa Perlawanan telah lama memiliki kemampuan untuk memproduksi drone militer dan UAV tanpa perlu mengimpornya dari Iran.

BACA JUGA:

Media Al-AhedNews Lebanon mengatakan bahwa kesuksesan Hizbullah mengerahkan drone mata-matanya ke Israel dan kembali lagi, pada hari Jumat, setelah pidato Nasrallah, mengingatkan kembali akan martir Hassan al-Lakkis, ayah dari Unit Angkatan Udara Hizbullah yang dibunuh pada tahun 2013 oleh unit khusus “Israel” dalam operasi rahasia di dekat rumahnya di Beirut. Hassan al-Lakkis digambarkan oleh Sayyid Nasrallah sebagai ‘salah satu pemikir yang brilian dan khas dari perlawanan ini.

Jul 7, 2022

Hassan al-Lakkis

Sore itu, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan pesawat tak berawak “Hassan”, yang namanya diambil dari nama pendiri Angkatan Udara kelompok itu, ke wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam pernyataannya, kelompok Perlawanan mengkonfirmasi bahwa pesawat tak berawak, yang melayang di langit pendudukan (Israel) selama 40 menit, telah kembali ke pangkalannya “tanpa cedera meskipun musuh berkali-kali mencoba untuk menjatuhkannya.”

Entitas Israel sendiri mengakui kegagalannya mencegat drone “Hassan dengan menyatakan bahwa pesawat tak berawak itu telah memasuki wilayah Palestina yang diduduki dari perbatasan utara.

Wilayah utara Palestina yang diduduki benar-benar kacau di tengah latihan militer mereka yang sedang berlangsung, dimana unit tentara Israel meningkatkan kesiapan mereka. Kondisi tentara Israel semakin kacau, kebingungan terjadi di antara mereka karena radar gagal mendeteksi drone, memperlihatkan kelemahan Israel dalam merespons.

Mengomentari operasi tersebut, media Ibrani menganggap perwira militer dan Unit Pasukan Khusus bertanggung jawab karena gagal mencegat drone.

BACA JUGA:

Selain itu, koresponden urusan Arab KAN Israel mengatakan bahwa jika serangan udara supersonik di langit Beirut adalah “reaksi” terhadap UAV Hizbullah, maka persamaan yang dibuat di sini untuk entitas Israel bermasalah.

Radio Tentara Israel menyatakan bahwa pesawat tak berawak Hizbullah memasuki wilayah udara Israel di pagi hari, setelah beberapa menit menghilang dari radar, dan lokasinya tetap tidak diketahui oleh pasukan pendudukan Israel.

Al-Ahed menyebut tidak ada yang lebih baik dari Perlawanan Islam dalam memenuhi janji, membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin dan menetapkan persamaan pencegahan dengan musuh. Bertepatan dengan pengumuman Nasrallah mengenai pembuatan misil presisi dan drone beberapa hari lalu, sebuah pesan tepat waktu telah ditandatangani, disegel dan disampaikan oleh Perlawanan melalui langit Israel. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: