Amerika

Kehancuran ‘Wajah’ AS di AUKUS dan Indo Pasifik

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COMLanjutan dari artikel sebelumnya yang menjelaskan perpecahan serius Deep State Amerika Serikat.

Dibagian ketiga artikel ini menjelaskan kehancuran ‘Wajah’ AS di AUKUS dan Indo Pasifik terkait perseteruannya dengan Rusia.

BACA JUGA:

Amerika Serikat mungkin berpikir bahwa mitra Indo-Pasifiknya akan mencari keamanan regional dari AUKUS (yang dibentuk pada) September. Tetapi ahli strateginya tidak menyadari betapa buruknya pandangan terhadap aliansi Anglo-Saxon yang bercita-cita untuk mendominasi di Asia itu, akan tampak bagi mereka yang benar-benar hidup disana.

Jul 6, 2022

Putin dan Joe Biden

Sementara mereka masih menjual senjata kepada yang menginginkannya, seperti jet F-15 senilai 14 miliar dolar ke Indonesia yang baru saja disepakati minggu lalu, negara mereka masih belum membuat komitmen nyata kepada siapapun kecuali negara-negara yang sudah terikat dengan perjanjian seperti itu.

Negara-negara tersebut adalah Australia, Jepang, Republik Korea (ROK), Filipina, dan Thailand. AS juga dengan sangat tegas menyiratkan bahwa mereka akan “mendukung” Taiwan, Provinsi China yang tak setia, jika terlibat konflik dengan daratan.

Bagaimanapun, masalah Ukraina menimbulkan pertanyaan serius tentang apa yang mungkin disiapkan Amerika Serikat untuk Indo-Pasifik.

Dari apa yang baru saja dilakukan AS di Eropa Tengah & Timur (CEE), sepertinya model yang muncul adalah mengobarkan apa yang secara akurat digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebagai “Terorisme informasi” untuk meningkatkan ketakutan tentang konflik regional, dimana di Asia, kasus (yang dibuat AS)  adalah untuk menakut-nakuti tentang apa yang disebut “Agresi China”.

BACA JUGA:

Penting untuk menunjukkan bahwa AS terus melakukan hal yang sama soal Rusia meskipun pemerintah Ukraina sendiri secara terbuka mengatakan kepada AS untuk berhenti memicu kepanikan. Karena  konsekuensinya telah menghancurkan ekonomi dan kepercayaan investornya. Amerika dengan arogan menentang permintaan itu, karena mereka melakukan semua ini untuk alasannya sendiri. (ARN)

Penulis: Andrew Korybko adalah seorang analis politik, jurnalis dan kontributor tetap untuk beberapa jurnal online, serta anggota dewan ahli untuk Institut Studi Strategis dan Prediksi di Universitas Persahabatan Rakyat Rusia. Ia telah menerbitkan berbagai karya di bidang Perang Hibrida, termasuk “Perang Hibrida: Pendekatan Adaptif Tidak Langsung untuk Perubahan Rezim” dan “Hukum Perang Hibrida: Belahan Bumi Timur”.

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: